Categories: PelayaranTerbaru

IHT Ditjen Hubla, Materi Measurement of Suez & Panama Canal Tonnage

Terusan Suez (foto:Kompas)

MN, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) teknis di bidang pengukuran kapal, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub menggelar In House Training (IHT) Pengukuran Kapal Metode Khusus selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 2 – 4 Februari 2022 di Jakarta

Adapun narasumber yang membawakan materi dalam kegiatan IHT Ditjen Hubla kali ini adalah Direktur RINA CLAS, Tim expert Ahli ukur kapal Ditjen Hubla serta Akademisi (Dosen Universitas Dharma Persada).

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla, Ahmad Wahid berharap IHT tersebut dapat memberikan manfaat dan meningkatkan mutu SDM Ditjen Hubla untuk penyelenggara pengukuran kapal, khususnya bagi kapal-kapal yang akan melewati Terusan Suez.

“Inhouse Training diikuti oleh 30 orang peserta dengan materi yang menarik yaitu Measurement of Suez Canal Tonnage, Measurement of Panama Canal Tonnage dan Maxsurf,” ujar Ahmad di Jakarta, Kamis (3/2).

Menurut Ahmad Wahid, pengukuran kapal metode khusus harus sesuai dengan ketentuan Konvensi Internasional tentang pengukuran kapal 1969 (TMS 1969) yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No 5 Tahun 1989 Tanggal 25 Januari 1989 tentang Pengesahan Internasional Convetion On Tonnage Measurement Of Ship’s, 1969.

“Berdasarkan ketentuan IMO, setiap kapal sebelum beroperasi diwajibkan untuk dilakukan pengukuran oleh pejabat pemerintah yang diberi wewenang oleh menteri,” tuturnya.

Namun tidak semua kapal diukur menggunakan metode khusus, untuk kapal-kapal yang berukuran < 24 meter, pengukuran kapal menggunakan metode pengukuran dalam negeri dan kapal-kapal berukuran panjang > 24 meter menggunakan metode pengukuran internasional sebagaimana diatur dalam TMS 1969 dan PM 45 Tahun 2021.

“Sedangkan bagi kapal-kapal yang akan melewati terusan tertentu seperti Suez dan Panama Canal, pengukuran kapal harus menggunakan metode pengukuran khusus,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

2 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

4 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago