Categories: PelabuhanTerbaru

IPC TPK Support Atasi Kepadatan Truk Di Pelabuhan Tanjung Priok

Kemacetan menuju pelabuhan Priok, Kamis pagi (17/11) (foto:MaxBhow)

Jakarta (Maritimnews) – Kemacetan kembali dialami pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (17/11) dini hari, yang mengakibatkan kepadatan lalu lintas cukup parah hingga mengular ke daerah Cakung, Cilincing bahkan jalan Yos Sudarso, Kepadatan luar biasa tersebut disebabkan oleh gangguan terhadap kinerja sistem layanan TOS (Terminal Operating System) milik perusahaan Jakarta Internasional Container Terminal atau JICT.

Salah satu upaya guna mengurai kepadatan agar pelayanan bongkar muat petikemas di area pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan optimal, dilakukan oleh pihak IPC TPK anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas yakni, melalui upaya membuka kantong parkir bagi truk-truk kontainer di lapangan JICT 2 dan Terminal 009 Pulau Payung.

“Kebetulan di Terminal 3 padat kapal, ada 3 kapal MSC dan 1 kapal RCL, jadi memang traffic kami pun sedang padat. Untuk bantu atasi masalah sistem JICT, kami buka kantong parkir di lapangan JICT2 dan 009. Kelihatannya kepadatan bakal terurai,” jelas Dirut IPC TPK, David P Sirait kepada Maritimnews di Jakarta, Kamis malam (17/11).

Menurut David, pihak IPC TPK sejak Kamis pagi bersama-sama para stakeholder mensupport untuk ikut mengurai antrian truk-truk petikemas dengan menyediakan dua kantong parkir dan pengaturan lainnya, termasuk info ke Customer para Shipping Line, Depo agar pengaturan Empty Repo In out nya di waktu yang tepat. Tentu mereka harus berkoordinasi pihak terminal, begitu pula Receiving dan Delivery.

“Di Terminal 3 Ocean Going sendiri ada 3 kapal hari Kamis ini yang masih berjalan kondusif. Kami selalu siap support, jika terminal lain ada kendala dan tantangan. Semoga malam inI system Up kembali sehingga kegiatan bisa normal,” pungkasnya.

Seperti diketahui bersama, informasi yang beredar “Selamat pagi, kami informasikan bahwa terminal JICT sedang mengalami gangguan layanan pada TOS (Terminal Operating System) sejak pukul 02.15 Wib. Kegiatan receiving dan delivery akan kami layani secara manual prosedur. Kami juga telah siapkan dua block kosong (G2 & H2) dilapangan khusus untuk stack export dengan kapasitas 1000 TEUs. Untuk truk pick up delivery yang belum masuk gate akan diarahkan keluar terminal guna mengurangi kepadatan.” dikutip dari pemberitahuan JICT yang tersebar dikalangan pengusaha truk pada Kamis pagi (17/11/2022).

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

4 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

4 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

5 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

6 days ago