Categories: PelayaranTerbaru

Kemenhub Persiapkan Alur Masuk Pelabuhan Fakfak

Pelabuhan Fakfak Papua Barat

Bogor (Maritimnews) – Pelabuhan Fakfak Provinsi Papua Barat berfungsi sebagai pengumpul dan distribusi barang melalui program tol laut serta penumpang melalui jalur/rute pelayaran kapal-kapal nusantara yang masuk ke pelabuhan tersebut, saat ini alur pelayarannya tengah dipersiapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut.

Direktorat Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut akan segera menetapkan alur-pelayaran masuk Pelabuhan Fakfak yang memiliki dermaga panjang 120 meter dan lebar 12 meter, seiring dengan meningkatnya kebutuhan bahan-bahan mentah dan manufaktur di provinsi Papua Barat.

Jika mengacu pada aktifitas perdagangan, khususnya di Kabupaten Fakfak maka diperlukan pengembangan pelabuhan terutama untuk mengakomodasi kegiatan bongkar muat barang dan pembangunan terminal pelabuhan laut sebagai sarana penumpang yang telah didukung kapal KM Tatamailau, KM Ciremai, dan KM Nggapulu milik PT Pelni.

“Transportasi laut baik antar kabupaten maupun distrik masih memegang peranan penting dalam mobilisasi barang dan manusia, mengingat kondisi geografis dan juga kondisi perekonomian masyarakat,” terang Direktur Kenavigasian, Hengki Angkasawan saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Rencana Penetapan Alur-pelayaran Masuk Pelabuhan Fakfak Provinsi Papua Barat, di Bogor, Kamis (3/11).

Hengki menegaskan, kegiatan pelayaran di kabupaten Fakfak meliputi pelayaran nusantara, perintis, dan pelayaran rakyat dengan didukung tiga dermaga, namun berdasarkan kondisi eksisting tambatan petikemas tidak dapat digunakan karena kedalaman kurang mencukupi. Termasuk adanya bahaya navigasi berupa karang di posisi depan dermaga sehingga kapal petikemas dialihkan bertambat di dermaga II.

Kini Ditjen Hubla memandang keberadaan pelabuhan Fakfak harus dimaksimalkan untuk menunjang kebutuhan pokok masyarakat di wilayah provinsi Papua Barat khususnya di Kabupaten Fakfak. Maka dari itu, tim pengamatan laut Distrik Navigasi Kelas I Sorong sudah melakukan survey hidro-oseanografi dengan harapan dapat menghasilkan kajian ataupun rekomendasi guna penetapan alur pelayaran dan pengembangan pelabuhan yang baik dan aman bagi pelayaran.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

2 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

3 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

3 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

4 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

4 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

5 days ago