Direktorat Narkotika DJBC, Badan Tanpa Arah Jelas

Kantor Pusat DJBC

Jakarta (Maritimnews) – Setahun lebih keberadaan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bagai badan tanpa arah yang jelas, pasalnya job descriptionnya hanya seputar pencegahan terkait peredaran gelap Narkotika. Langkah Kementerian Keuangan mengambil keputusan membentuk Direktorat Narkotika, seperti tidak ada kepastian, contoh proses sidik toh tetap dilimpahkan ke pihak Kepolisian.

Tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah terbentuk Direktorat Narkotika DJBC, kinerja Customs Narcotics Team Keputusan Dirjen Bea dan Cukai Nomor KEP-147/BC/2012 tanggal 21 September 2012 tentang Pembentukan Tim Pengawasan Narkotika DJBC (Customs Narcotics Team) juga amanat dari P-53/BC/2010 pasal 150 tetap maksimal. Mereka harus diacungi jempol karena efektif dalam mendukung pemberantasan Narkotika di Indonesia.

Sebagai Community Protector, pihak Bea dan Cukai Kemenkeu sebaiknya fokus saja pada Customs Narcotics Team yang berada dibawah naungan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2). Buktinya selama mereka disana, Customs Narcotics Team telah menunjukkan kinerja terbaiknya. Bahkan bicara soal prestasi, sangat banyak tercatat dan didukung penuh oleh Unit Anjing Pelacak DJBC (Unit K-9).

Pihak Kemenkeu seperti hanya ingin bikin “gemuk” pengeluaran anggaran negara, bukankah dengan lahirnya Direktorat baru di DJBC justru menambah anggaran tahunan bagi Kementerian Keuangan? Padahal posisi Customs Narcotics Team P2, kala itu tidak pernah bermasalah, dalam artian kinerja mereka sudah cukup maksimal untuk bersama-sama dapat memberantas peredaran Narkoba di bumi Indonesia yang kita sangat cintai ini.

Menteri Keuangan harus meninjau kembali efektivitas keberadaan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai DJBC, apa urgensinya Direktorat Narkotika tersebut dibandingkan dengan kinerja tim lawas atau Customs Narcotics Team. Seingat Maritimnews, ini pesan dari DJBC awal tahun 2022, peresmian direktorat dan subdirektorat baru di Bea Cukai semoga menjadi langkah yang baik, sehingga peran kita dalam pelayanan dan pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai dapat berjalan dengan lebih maksimal, mampu menyesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, dan mampu melaksanakan segala tanggungjawab dengan penuh komitmen dan semangat.

Lalu apa urgensinya dengan membentuk Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, setelah sebelumnya memiliki Customs Narcotics Team P2. Jika Kementerian Keuangan hanya ingin menambah beban pengeluaran keuangan negara (APBN) harap eling, ingatlah yang jelas anggaran itu adalah uang Rakyat Indonesia. Jika melihat dari sisi secara tehnis pelayanan, sebaiknya memang keberadaan Direktorat tersebut dibubarkan saja.

(Bayu Jagadsea/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Jalan di Balik Dermaga: Menuntaskan Hinterland yang Terlupakan

Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…

17 hours ago

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

5 days ago

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

6 days ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

7 days ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

1 week ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

2 weeks ago