APMI Bahas Sociopreneur dalam Simposium Kemaritiman PERHIMATEKMI
APMI telah memiliki pilot project di Tambak Lorok, Semarang terkait pengembangan sociopreneur.
APMI telah memiliki pilot project di Tambak Lorok, Semarang terkait pengembangan sociopreneur.
Menghasilkan berbagai perspektif mengenai poros maritim dunia sampai akhirnya Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman mengeluarkan buku putih mengenai kemaritiman. Tentunya harapan dari dikeluarkannya buku putih tersebut dapat menjadi blueprint konsepsi kemaritiman ke depan.
Permasalahan Indonesia Traditional Shipping atau biasa yang dikenal Pelayaran Rakyat (Pelra) ini ternyata menggugah kepedulian praktisi muda perkapalan Indonesia yang terhimpun dalam APMI
Kondisi saat ini yang terjadi adalah banyak pemuda Indonesia yang butuh akses untuk mencapai tahapan sebagai profesional muda.
Momentum Harkitnas seharusnya dijadikan stimulasi kebangkitan maritim Indonesia. Namun, ternyata justru sebaliknya, di hari ini, dunia maritim Indonesia kembali tercoreng dengan peristiwa terbakarnya KM Mutiara Sentosa I di Perairan Masalembo, Jawa Timur, (19/5).
Sungguh ironis ketika KSP belum melakukan tindakan apa pun terkait masalah ini. Soalnya di sana terdapat nama M. Riza Damanik mantan Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) yang kerap memperjuangkan permasalahan nelayan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir tentang keuntungan dari metode ini.
Makin banyaknya organisasi kemaritiman menjadi sebuah respons positif dari masyarakat yang perlu diapresiasi. Namun yang perlu diingat bahwa hadirnya wadah-wadah kemaritiman itu bukan hanya semata-mata menjadi sebuah gerakan yang dibuat secara “aji mumpung”mengingat visi pemerintah saat ini.
Pentingnya menjaga alam dan lingkungan sekitar menjadi pesan moral yang disampaikan oleh para volunteer dari Komunitas HAHEHO yang bekerjasama dengan PSDI.