Akademisi Untirta: Hanya Fokus bangun Infrastruktur, ini Poros Maritim untuk Siapa?
Tidak ada komitmen pemerintah dalam membangun SDM maritim dan pembenahan dunia pendidikan yang berlandaskan kemaritiman, ini poros maritim untuk siapa?
Tidak ada komitmen pemerintah dalam membangun SDM maritim dan pembenahan dunia pendidikan yang berlandaskan kemaritiman, ini poros maritim untuk siapa?
Bakamla masuk dalam opini TMP lantaran pihaknya masih dalam proses merapikan dan menyelaraskan dengan para stakeholder yang berada di tubuh Bakamla RI.
Momentum Harkitnas seharusnya dijadikan stimulasi kebangkitan maritim Indonesia. Namun, ternyata justru sebaliknya, di hari ini, dunia maritim Indonesia kembali tercoreng dengan peristiwa terbakarnya KM Mutiara Sentosa I di Perairan Masalembo, Jawa Timur, (19/5).
Pemerintah Indonesia memiliki program prioritasnya yaitu Nawacita, yang di dalamnya tertuang Tol Laut dalam visi mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Akan tetapi program ini bisa terancam gagal jika SDM maritim utamanya (pelaut) tidak diperhatikan.
Ada yang istimewa dalam kegiatan ini, yaitu pada tanggal 20 Mei 2017 akan diadakan upacara Kebangkitan Nasional di atas KRI Teluk Ende-517 di Laut Natuna yang diikuti segenap peserta.
Walaupun China bersedia menanamkan dananya di Indonesia, tetap kedaulatan nomor satu.
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT Belt and Road Forum (BRF) di Beijing, China, pada 14-15 Mei 2017, untuk meningkatkan nilai investasi pembangunan infrastruktur dalam laju visi Poros Maritim Dunia (PMD).
Keikutsertaan Indonesia dalam Belt and Road Forum for International Cooperation yang berlangsung di Beijing, China pada tanggal 14 -15 Mei 2017 ini adalah untuk pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Sarasehan ini intinya bertujuan untuk memahami permasalahan dalam implementasi UU Nomor 7 Tahun 2016 dan Inpres Nomor 7 Tahun 2016 di lapangan dan mendiskusikan kecapaian dari UU dan Inpres tersebut