Respon Masuknya Inggris dan AS, China Gelar Latihan Militer di LCS

Peta Laut Tiongkok Selatan. Tampak pada gambar garis merah putus-putus yang menggambarkan klaim Tiongkok.

MN, Jakarta – Hawa Laut China Selatan (LCS) kembali memanas setelah Beijing menyatakan bahwa militer Negeri Tirai Bambu tersebut akan melakukan latihan militer di perairan yang telah dinamakan ulang menjadi Laut Natuna Utara (LNU) oleh Indonesia tersebut, pada Selasa (26/1).

Pernyataan dikeluarkan oleh Administrasi Keselamatan Maritim China beberapa hari setelah menanggapi dan  mengecam kehadiran Amerika Serikat di wilayah peraiaran yang sedang menjadi sengketa antara China dengan beberapa negara yang berada di kawasan tersebut.

Sebelumnya diberitakan bahwa Inggris akan mengirimkan kapal induk mereka, RMS Queen Elizabeth, ke Laut China Selatan yang ditanggapi langsung dengan protes oleh China yang mengancam akan bertindak tegas bila rencana Inggris ini direalisasikan.

Mendengar ancaman China tersebut, Amerika Serikat (AS) pun bereaksi dengan pernyataan akan turut mengirimkan kapal perangnya, USS The Sullivan, untuk mengawal kapal induk Inggris tersebut, yang juga turut pula diprotes oleh China.

Kembali kepada pernyataan yang dikeluarkan oleh Administrasi Keselamatan Maritim negara China sebelumnya. China meminta seluruh kapal sipil tidak masuk ke sebagian perairan di Teluk Tonkin di sebelah barat Semenanjung Leizhou, barat daya China.

Larangan masuk tersebut tercatat mulai berlaku dari 27 Januari hingga 30 Januari tahun ini. Namun demikian, pemberitahuan itu tidak secara rinci menyertakan tentang kapan tepatnya dimulainya latihan maupun dalam skala jenis apa mereka latihan.

Sekelompok kapal perang AS yang dipimpin kapal induk USS Theodore Roosevelt memasuki kawasan Laut China Selatan pada Sabtu (23/1). Rombongan yang dipimpin oleh RADM Doug Verissimo tersebut, hendak mempromosikan “kebebasan laut” di wilayah perairan yang menjadi sengketa antara China dengan beberapa negara ASEAN.

“Setelah berlayar melalui perairan ini selama 30 tahun karier saya, sangat menyenangkan berada di Laut China Selatan lagi, melakukan operasi rutin, mempromosikan kebebasan laut, serta meyakinkan sekutu dan mitra,” jelas Doug..

Konflik ini sejatinya berakar dari klaim China atas hampir seluruh wilayah Laut China Selatan dengan dasar nine-dash line atau sembilan garis putus-putus. Dalam beberapa waktu terakhir, China terlihat semakin agresif dan bahkan membangun pangkalan militer di atas singkapan batu serta mengerahkan para penjaga pantai dan milisi maritimnya.

Perairan Laut China Selatan juga diklaim oleh negara-negra pesisir yang berada di wilayah tersebut, Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei, dan juga Taiwan. Wilayah perairan ini telah menjadi salah satu bagian terpanas dalam hubungan bilateral Beijing dan Washington, ketika militer AS meningkatkan aktivitas di laut.

Pada Senin (25/1), China mengeluhkan operasi kapal militer AS di Laut China Selatan. Negeri Tirai Bambu ini menilai bahwa hal tersebut bisa menimbulkan suasana yang tak kondusif bagi stabilitas di kawasan.

“AS sering mengirim pesawat dan kapal ke Laut China Selatan untuk melenturkan ototnya. Ini tidak kondusif untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian, Senin (25/1).

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Koperasi KS TKBM Pelabuhan Priok Gelar RAT 2026 Tema Akselerasi Digitalisasi

Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…

11 hours ago

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

18 hours ago

IPC TPK Panjang Moncer, Tingkatkan Efisiensi Ekspor

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang semakin moncer setelah kehadiran Quay…

1 day ago

IPC TPK Tercatat Tumbuh Di Awal Triwulan II 2026

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan…

1 day ago

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

5 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

1 week ago