Published On: Tue, Jan 4th, 2022

Tahun 2021, Delapan Mother Vessel Sandar Di Pelabuhan Bengkulu

MV STH Oslo berbendera Marshall Island muat Batu Bara di pelabuhan Bengkulu

MN, Bengkulu – Sepanjang tahun 2021 ditengah pandemi Covid-19, produktifitas Pelabuhan Pulau Baai yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu memiliki rekor tertinggi untuk kedatangan kapal berkapasitas besar, tercatat sebanyak 8 (delapan) kapal Mother Vessel (MV) sandar melakukan kegiatan ekspor/muat 156.144 Ton Batu Bara dan Cangkang 21.386 Ton di Kade Dermaga Samudera, pelabuhan Bengkulu.

Berdasarkan data Divisi Komersil PT Pelindo Regional 2 Bengkulu menyebutkan nama delapan kapal besar yang sandar sepanjang 2021, yaitu MV Hosei Pearl 9.593 GT (Panama), MV Perlas 13.034 GT (Philippines), MV Josco Suzhou 27.162 GT (Hongkong), MV Merit Trader 32.762 GT (Hongkong), MV Victorious 32.672 GT (Liberia), MV Jin Hai Ping 29.476 GT (China), MV STH Oslo 34.547 GT (Marshall Island), dan MV Great Sixty One 34.584 GT (Singapore).

“Kedatangan kapal kapasitas besar ke pelabuhan Pulau Baai Bangkulu, tidak terlepas dari alur pelabuhan yang rutin kami keruk agar dapat dilalui Vessel. Komoditinya masih didominasi oleh Batu Bara,” jelas General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 2 Bengkulu, Hadi Nurmayadi didampingi┬áCecep Taswandi, DGM Komersial kepada Maritimnews di Bengkulu, Senin (3/1).

Kebanggaan tersebut juga dibarengi dengan pendapatan usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu yang meningkat signifikan (naik 14% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan atau RKAP) tahun 2021, sekaligus mencatat Laba Bersih sampai dengan bulan November 2021 terealisasi Rp10,42 milyar yang semula dianggarkan hanya Rp-0,03 milyar.

Untuk pendapatan Usaha sampai dengan bulan November 2021 terealisir Rp77,36 milyar, terjadi peningkatan sebesar 14,99% atau naik sebesar Rp10,09 milyar jika dibandingkan dengan RKAP sampai dengan November 2021 yang dianggarkan sebesar Rp67,28 milyar. Kenaikan ini didominasi atas kenaikan pendapatan sewa lahan, pendapatan B to B untuk asset dengan nilai buku Rp0 dan variable rental fee.

Sedangkan dari sisi operasional pelabuhan Bengkulu, untuk realisasi tahun 2021, dimana arus kapal dalam satuan GT mencapai 2.792.145 atau mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun 2020 lalu yang tercatat GT sebesar 2.321.673. Hal ini disebabkan karena pada bulan Juli sampai dengan November kapal besar sudah dapat masuk dan sandar di Dermaga Samudera.

“Catatan kami, untuk throughput peti kemas di pelabuhan Pulau Baai justru menurun pada tahun 2021 yang disebabkan peralihan pola pemuatan. Dimana PT Semen Merah Putih yang biasanya menggunakan peti kemas, beralih cargo jumbo bag dan PT Semen Padang menjadi muatan Curah Kering,” pungkas Hadi.

(Bayu/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com