
Pontianak (Maritimnews) – Setelah hampir satu tahun pelabuhan internasional Kijing Mempawah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagai Proyek Strategis Nasional, kini PT Pelindo (Persero) melalui IPC TPK sedang mempersiapkan diri menuju Terminal Kijing guna mendukung konektivitas maritim dan hilirisasi industri khususnya di Kalimantan Barat.
Manager Area IPC Pontianak, M Loutfie Hidayat menerangkan, mengacu arus petikemas di pelabuhan Dwikora pada tahun 2022 yang tercatat sebesar 263.255 TEUs atau sekitar 82 persen dari kapasitas container yard, maka dibutuhkan keberadaan Terminal Kijing. Apalagi kapasitas lahan pengembangan pelabuhan Dwikora yang sudah tidak memadai, ditambah lagi rutinitas keruk alur sungai Kapuas.
“Pihak IPC TPK tengah melakukan persiapan baik terkait fasilitas penunjang, peralatan maupun system agar dapat memulai aktivitas bongkar muat petikemas di Terminal Kijing dalam rangka melayani kegiatan ekspor, impor dan domestik,” terang Loutfie didampingi Asmen Komersil, Bayu Wardana kepada Maritimnews di Pontianak, Kamis (8/6).
Menurut Loutfie berdasarkan data Divisi Komersil, angka throughput container di IPC TPK area Pontianak dari bulan Januari sampai dengan Mei 2023 tercatat berhasil mencapai 100.423 TEUs. Adapun untuk target arus petikemas di IPC TPK Pontianak tahun 2023 adalah sebesar 268.327 TEUs.
IPC TPK Pontianak di pelabuhan Dwikora saat ini melayani beberapa mitra Pelayaran, antara lain Tanto Intim Line, Salam Pacific Indonesia Lines, Perusahaan Pelayaran Nusantara Panurjwan, Segara Mitra Abadi, Meratus Line, Indo Container Lines, dan Sindo Damai.
“Diharapkan pada akhir tahun 2023, kegiatan bongkar muat petikemas sudah dapat dilayani di TPK Kijing dengan didukung komoditi Kelapa Sawit, Kelapa dan turunannya, Alumina hasil pemurnian Bauksit, termasuk 19 produk pertanian unggulan Kalimantan Barat yang memiliki nilai ekspor cukup tinggi,” pungkasnya.
(Bayu Jagadsea/MN)






