Letkol Laut (P) Salim menerima kunjungan Menko Polhukam Luhut B Panjaitan di Suva, Fiji
MNOL, Jakarta – Komitmen pemerintah untuk membantu Pemerintah Fiji pasca bencana Angin Topan Winston disambut baik oleh pemerintah Fiji. Peningkatan hubungan Bilateral kedua negara dalam meningkatkan Capacity Building terlihat dari keseriusan pemerintah RI yang ingin membantu merehabilitasi pembangunan sekolah dan shelter atau tempat-tempat penting lainnya.
“Kita telah bekerja maksimal siang malam melaksanakan site survey untuk menentukan sasaran terpilih yang bersifat politis dan strategis. Setelah kunjungan Bapak Menko Polhukam kesini kita laporkan untuk membantu merehabilitasi Queen Victoria School (QVS) yang terletak di Tailevu. Menko setuju dan dilanjutkan ke PM Fiji,” ujar Staf Asops Panglima TNI, Letkol Laut (P) Salim di Suva, Fiji.
Dirinya bersama rombongan Mabes TNI lainnya usai menyambut kedatangan Menko Polhukam Luhut B Panjaitan. Dalam kunjungan Menko Polhukam itu, Salim melaporkan dengan seksama setiap kegiatan yang dilakukannya selama di Fiji.
QVS merupakan sekolah ternama di Fiji yg didirikan oleh Pemerintah Inggris pada tahun 1906, di mana sebagian besar para pejabat ternama dari Fiji pernah mengenyam pendidikan di lembaga ini. Pasca Angin Topan Winston bangunan sekolahan ini tidak bisa dioperasikan lagi.
“Sangat parah sekali tingkat kerusakannya. 80 persen dari bangunan mengalami kehancuran khususnya bagian atap dan instalasi listrik terputus,” ungkap Salim.
Lebih lanjut lulusan AAL tahun 1995 itu menyatakan selain Indonesia, beberapa negara sahabat juga sudah turut hadir di sana dalam rangka misi kemanusiaan.
“Beberapa negara yang telah datang untuk melaksanakan bantuan kemanusiaan seperti Australia, New Zealand dan Korea Selatan. Mereka akan merehab bangunan QVS akan tetapi Pemerintah Fiji menyerahkan rehabilitasi kepada Indonesia, bahkan hari ini ketika tim esesmen melaksanakan pengukuran untuk dormitory dan Bapak Dubes RI mengatakan kepada kita bahwa Amerika juga berkeinginan untuk merehab sekolahan ini,” terangnya.
Hal itu menurut penulis buku Kodrat Maritim Nusantara ini adalah suatu komitmen Indonesia terhadap amanat Pembukaan UUD 1945 dalam rangka mengusung misi kemanusiaan. Sepanjang sejarah republik ini berdiri, kegiatan itu kerap dlakukan oleh Pemerintah Indonesia, salah satunya pengiriman beras ke India pada tahun 1947.
Selanjutnya, menegenai kiprah TNI dalam operasi tersebut, Pamen TNI AL yang kerap melakukan Puasa Daud itu menyatakan bahwa TNI kita andal di segala lini.
“Kita tunjukkan kepada dunia Internasional bahwa pasukan kita tidak hanya hebat dalam kontribusi menjaga perdamaian dunia, tetapi hebat dalam segala bidang, jangankan bangun perumahan, Tim Zeni Kostrad kita mampu dengan baik untuk merehab sekolahan ini, karena Indonesia memang dahsyat,” pungkasnya. (TAN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…
Tanjung Pinang (Maritimnews) - Langkah Transformasi Terminal Penumpang Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang telah…
Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…