
Kompas/Siwi Yunita Cahyaningrum (NIT)
05-03-2016
MNOL, Jakarta – Sebanyak 91 pelabuhan telah diselesaikan pembangunan dan pengembangannya oleh Kementerian Perhubungan yang tersebar di 17 Provinsi di Indonesia. Dari total 91 pelabuhan, 80 pelabuhan dibangun di wilayah timur Indonesia, sisanya 11 pelabuhan dibangun di wilayah barat Indonesia. Rencananya pada tanggal 5 dan 6 Maret 2016 mendatang, Presiden Joko Widodo akan meresmikan sebanyak 6 pelabuhan di Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Diharapkan sebanyak 35 pelabuhan bakal diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia dalam waktu dekat.
Pembangunan dan pengembangan pelabuhan difokuskan di wilayah timur Indonesia adalah sebagai perwujudan Kementerian Perhubungan dalam mendukung program Nawa Cita Ketiga Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.
Plt Dirjen Perhubungan Laut, Umar Aris SH, MM, MH menjelaskan dalam press release-nya, bahwa sebagai penjabaran dari Nawa Cita tersebut, maka kebijakan dan strategi Sektor Transportasi Laut salah satunya adalah membangun sistem dan jaringan transportasi laut yang terintegrasi untuk mendukung investasi pada Koridor Ekonomi, Kawasan Industri Khusus, Kompleks Industri dan pusat-pusat pertumbuhan lainnya di wilayah non-koridor ekonomi.
Oleh karena itu maka pembangunan dan pengembangan pelabuhan lebih banyak diarahkan di wilayah timur Indonesia. Selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan tersebut juga ditujukan untuk memperkuat konektivitas antar pulau, menurunkan disparitas harga antar wilayah dan mendukung program Tol Laut pemerintah Jokowi – JK. Hal ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah memprioritaskan pembangunan di wilayah timur yang cenderung masih tertinggal dibanding wilayah barat.
Beberapa fasilitas pelabuhan yang dibangun pada masing-masing pelabuhan dimaksud antara lain berupa pembanguan demaga, trestle, causeway, reklamasi, fasilitas darat, terminal penumpang, gedung kantor, gudang, dan fasilitas lainya. Fasilitas pelabuhan tersebut sebagian besar mampu disinggahi kapal berukuran 1.000 DWT, namun ada juga yang dapat disinggahi oleh kapal yang berukuran sampai dengan 15.000 GT seperti di Pelabuhan Bau-Bau.
Selain itu, kebanyakan pelabuhan yang dibangun ini dapat melayani angkutan laut perintis hingga ke wilayah terpencil, terluar, dan terdepan. Sumber dana yang digunakan membangun 91 infrastrukur pelabuhan tersebut bersumber dari dana APBN dengan total investasi senilai Rp 4,26 Triliun.
Pemerintah berharap dengan adanya fasilitas pelabuhan yang telah dibangun ini masyarakat akan mendapatkan aksesbilitas transportasi lebih mudah guna melakukan aktifitas dan mobilisasi sehingga mampu menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat serta menekan disparitas harga antar daerah di seluruh wilayah Indonesia.
Adapun 91 pembangunan infrastruktur pelabuhan yang siap diresmikan yaitu, Pelabuhan Singkil, Calang, Barus, Tanjung Tiram, Sirombu, Tua Pejat, Sadai, Panarukan, Sapeken, Papela, Lamakera, Waiwerang, Terong, Komodo, Wuring, Palue, Ba’a, Naikliu, Maurole, Kolbano, Kendidi Reo, Pota, Atapupu, Larantuka, Sukadana, Kuala Jelai, Kakarotan, Manitingting, Torosik, Tanjung Sidupa, Matutuang, Makalehi, Sawang, Dapalan, Essang, Para, Marampit, Petta, Kawaluso, Lipang, Bukide, Kahakitang, Kalama, Tahuna, Buhias, Amurang, Kawio, Bumbulan, Budong-budong, PasangKayu, Moutong, Parigi, Bungku, Teluk Malala, Ogoamas, Mantangisi, Una-una, Balang Lompo, Sapuka, MacciniBaji, Kalukalukuang, Maligano, Wanci, Bungkutoko, Molawe, Bau-bau, Batu Atas, Langara, Batu Merah, Upisera, Lirang, Seira, Marsela, Wolu, Adault, Damar, Tutu Kembong, Wonreli, PulauTeor, Galala, Tobelo, Sopi, Subaim, Busua, Bobong, Falabisahaya, Gita, Kedi, Pelitadan Saketa, dan pelabuhan Wasior. (Bayu/MN)






