Jokowi Serukan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia di Sidang IMO

 

Presiden Jokowi di sidang IMO di London, Inggris

MNOL, Jakarta – Sidang International Maritime Organization (IMO) yang digelar di Gedung IMO, London. (19/4/16) dihadiri oleh Presiden Jokowi. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan komitmen Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Humas Kepresidenan, Presiden Jokowi mengurai kejayaan maritim Nusantara dahulu dalam berbagai aspek. Hal itu telah membuktikan Indonesia sebagai pusat gravitasi dunia yang menggerakan arus perdagangan dan stabilitas keamanan dunia, terutama yang membentang antara Samudera Hindia dan Pasifik.

Seperti pidatonya kala dilantik sebagai presiden di hadapan anggota MPR, Jokowi mengemukakan bahwa Indonesia telah lama memunggungi laut.

“Jati diri bangsa Indonesia adalah jadi diri maritim sebagai negara kepulauan terbesar di dunia di mana dua pertiga wilayahnya terdiri dari air dan kaya akan kandungan sumber dayanya,” ungkap Jokowi di hadapan dari 171 negara.

Turut mendampingi presiden, antara lain, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Dubes Indonesia untuk Inggris Rizal Sukma.

Dalam pembahasan itu, Pemerintah Indonesia berkomitmen menjadikan kembali Indonesia sebagai poros maritim dunia dan menyuarakan kembali Jalesveva Jayamahe untuk kembali ke jatidirinya sebagai negara maritim dalam bingkai  poros maritim dunia.

Posisi strategis Indonesia di antara dua samudera, yang menjadi poros pelayaran dunia,itu merupakan faktor penting dalam menjaga kebebasan dan keamanan navigasi pelayaran internasional terutama di persimpangan jalur laut yang menghubungkan perdagangan Barat-Timur dan Utara-Selatan.

“Lebih dari 60 ribu kapal melewati wilayah laut kami setiap tahunnya,” lanjut Jokowi dengan penuh percaya diri.

Tak hanya itu, Jokowi juga menegaskan sikap Indonesia yang memerangi illegal fishing di perairan yurisdiksinya sebagai tindakan melanggar kedaulatan dan hak berdaulat, serta merusak lingkungan laut di wilayah perairan Indonesia.

Dalam konteks itulah, Indonesia memandang penting IMO sebagai badan PBB yang mendapat mandat di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, dan pencegahan polusi laut serta memastikan bahwa pelayaran internasional, sebagai unsur penting bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

“Indonesia terus berkomitmen dalam menjaga keselamatan pelayaran di setiap ALKI perairan yurisdiksi kami,” pungkasnya. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

3 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

5 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago