Drone Asing yang berhasil diamankan oleh Koarmabar
MNOL, Jakarta – Komando Armada RI Kawasan Barat melalui Pangkalan Utama Angkatan Laut IV Tanjungpinang, beberapa waktu lalu mengamankan drone atau pesawat kecil tanpa awak milik negara asing. Pesawat drone dengan ukuran panjang 2.5 M dan rentang sayap 1.5 M itu mulanya diketemukan oleh Kapal Feri MV Pintas 9 di sekitar Perairan Selat Philip, Kepri. Pesawat tersebut juga dilengkapi dengan antena, kamera, serta propeler di bagian buritan.
Drone/banshee target ini merupakan pesawat tanpa awak buatan Inggris yang mulai diproduksi tahun 1983 sebagai bagian dari sistem latihan perang pertahanan udara. Pesawat tanpa awak ini dibuat dari bahan komposit Kevlar dan kaca yang diperkuat plastik. Drone ini Memiliki kecepatan 35-185 KT dengan daya jelajah antara 1-3 jam dan pengontrolan penerbangannya menggunakan remote jarak jauh.
Dalam operasionalnya pesawat ini juga dapat dilengkapi dengan perangkat tambahan seperti radar, flare atau sekam maupun arm target. Meskipun peruntukannya banyak dipakai sebagai target sasaran, namun drone ini dapat juga berfungsi sebagai UAV pengintai dengan kamera. Menurut beberapa sumber, di kawasan Asia Tenggara peralatan ini hanya dimiliki Negara Malaysia dan Brunei.
Selanjutnya guna penyelidikan lebih lanjut, drone tersebut sore ini rencananya akan dibawa ke Jakarta dan ditempatkan di Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Dislitbangal). (TAN)
Jakarta (Maritimnews) - Delegasi Pemerintah negara Madagaskar didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW)…
Danantara Indonesia dinilai turut memberikan optimisme kepada publik karena sinyal kinerja positif. Capaian itu terekam…
Jakarta (Maritimnews) – Panel Survey Indonesia (PSI) merilis hasil survei nasional mengenai Tingkat Kepuasan Masyarakat…
Jakarta (Maritimnews) – Peluncuran program Pelindo Tanpa Balita Stunting (PELITA) 2026, IPC Terminal Petikemas bersama…
Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat performa gemilang pada pertengahan tahun…
Ketika negara gagal menjamin keselamatan warganya dalam aktivitas yang paling mendasar, maka yang dipertanyakan bukan…