Mengenal Salah Satu Armada Tempur dalam Latgab PPRC, KRI Surabaya-591

Kapal Republik Indonesia Surabaya-591

MNOL, Jakarta – Latihan Gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang tengah berlangsung di Tarakan, Kalimantan Utara memiliki satu sesi khusus yaitu pembebasan sandera di atas kapal laut. Latihan pembebasan sandera ini melibatkan lima unit kapal perang milik TNI AL. Salah satu di antaranya adalah KRI Surabaya – 591.

Kapal laut yang belum lama ini juga mengemban tugas mengangkut ratusan peserta Ekspedisi NKRI ke Papua Barat mulai bertugas di jajaran TNI Angkatan Laut sejak tahun 2008. Dibuat di galangan kapal Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan mulai tahun 2005, kapal ini merupakan kapal kedua dari tipe Makassar Class yang diproduksi di Korea Selatan.

KRI Surabaya-591 merupakan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang merupakan sebuah kapal perang amfibi yang meluncurkan, membawa dan mendaratkan elemen kekuatan darat untuk misi-misi perang gerak cepat. Pengukuhan nama Surabaya sendiri beradasarkan pada Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut tentang ketentuan pokok pemberian nama Kapal-kapal Perang Republik Indonesia, di mana pemberian nama kapal perang RI berjenis LPD bersumber dari nama-nama kota maritim yang bersejarah bagi TNI AL.

Memiliki panjang 122 meter, 22 meter, serta berat bersih 7800 ton, kapal ini mampu mengangkut 618 personel yang terdiri dari 100 orang ABK, 11 orang tamu, serta 507 pasukan. Selain itu kapal ini mampu membawa material tempur yang terdiri dari 15 truk, 22 tank, tiga helikopter tipe Mi-2/Bell, 2 unit landing craft utility (LCU).

Tenaga penggerak yang digunakan pada kapal ini adalah dua unit MPK motor utama yang mampu menempuh kecepatan maksimum hingga 17 knot. Sebagai Kapal perang yang bertanggung jawab dalam hal pergeseran kekuatan dan logistik, KRI Surabaya memiliki kemampuan angkut seperti menampung 722 ton bahan bakar dalam tankinya, membawa 624 ton air tawar, serta daya angkut personel dan material tempur yang telah disebutkan sebelumnya.

Sebagai kapal yang pada dasarnya memiliki fungsi sebagai Kapal komando/markas sekaligus sebagai kapal bantu angkut personel dan material tempur, kapal ini juga dibekali sebuah meriam Boffors 40 mm, 4 pucuk meriam Oerlikon 20 mm serta 2 pucuk senjata anti serangan udara. Lalu, kapal ini juga dilengkapi dengan sonar, radar, radar naviagasi Tokimec, mitraliur 12,7, serta rudal mitra Simbad. Selain itu, kapal ini juga mampu membawa 2 unit helikopter di geladak serta 1 unit helikopter di hanggar. (APS)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

1 day ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

3 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago