Pemberian buku berjudul ‘28 Gagasan Kritis Pemuda Maritim’ kepada Duta Besar Luar Biasa Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Soegeng Raharjo; Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hong Kong dan Makau, Chalief Akbar serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Guangzhou, Ratu SIlvy Gayatri.
MNOL, Jakarta – Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) menghadiri undangan sebagai tamu VIP dalam acara Simposium PPI Asia Oseania 2016 di Hongkong yang diselenggarakan oleh PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia Asia –Oseania). Event bertajuk kemaritiman itu bertema ‘Kemaritiman Indonesia Menuju Poros Kekuatan Maritim Dunia’.
Acara yang diselenggarakan 8 -10 April 2016 itu bertempat di Hongkong University. Acara hari pertama dimulai dengan Rapat Kerja PPI Cabang Tiongkok. Keesokan harinya adalah acara inti yaitu Simposium dan Seminar Kemaritiman, dan pada hari terakhir ditutup dengan rapat kerja PPI Asia–Oseania.
Dalam acara tersebut, APMI mengirimkan 2 wakilnya yaitu Dwitya Harits Waskito (Anggota Hubungan Luar Negeri APMI) dan Asep Akmal Aonullah (Koordinator Bidang SDM ). Dalam kesempatan itu, APMI juga memberikan buku berjudul ‘28 Gagasan Kritis Pemuda Maritim’ kepada Duta Besar Luar Biasa Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Soegeng Raharjo; Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hong Kong dan Makau, Chalief Akbar serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Guangzhou, Ratu SIlvy Gayatri.
Ketiganya terlihat begitu antusias terhadap kiprah APMI dalam memajukan kemaritiman Indonesia. Kehadiran APMI dalam event ini telah membuktikan komitmennya selaku organisasi kepemudaan yang bergerak pada dunia maritim.
Praktis, kiprah tersebut semakin mendapat pengakuan hingga dunia internasional. Sehingga, upaya dalam menyongsong visi presiden poros maritim dunia membuat organisasi yang dinahkodai oleh Reynaldi Bahri Tambunan itu kian berpengaruh.
Sementara, pada hari kedua event itu, acara diisi dengan sambutan dari Duta Besar Luar Biasa, Keynote Speech, Presentasi dari para pemenang Call for Speakers, dan Networking Dinner. Turut hadir dalam sesi ini ialah Deputi I bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno yang bertindak sebagai keynote speech untuk membuka acara tersebut.
Selanjutnya, sesi diskusi diawali dengan membahas Kedaulatan Maritim Indonesia. Ahli Hukum Maritim Chandra Motik dan peneliti dalam bidang radar, Profesor Josaphat Tetuko bertindak sebagai pembicara dalam seminar yang digelar di University of Chiba tersebut.
Sedangkan dalam sesi kedua, acara dilanjutkan dengan pembahasan di bidang Pariwisata dan lingkungan yang dibawakan oleh perwakilan Kementerian Pariwisata, Cipto Aji Gunawan yang disusul dengan I Wayan Veda Santiaji sebagai Perwakilan dari WWF dan Asep Akmal Aonullah sebagai perwakilan dari APMI.
Berikutnya pada sesi panel terakhir, tema yang dibahas adalah mengenai Ekonomi dalam Kemaritiman Indonesia. Panel ini diisi oleh Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto; pakar kemaritiman asal Natuna Rodhial Huda, dan Dekan dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanudin, Profesor Jamaludin Jompa. Acara kemudian ditutup dengan Networking Dinner dan Pagelaran seni. (TAN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…