Tiongkok Mempercepat Reklamasi di Laut Tiongkok Selatan, Ini Respons Amerika Serikat

Video Angkatan Laut AS yang merekam aktivitas pengerukan kapal Tiongkok di Mischief Reef melalui P-8A Poseidon (Foto: REUTERS/U.S. NAVY/HANDOUT VIA REUTERS)

MNOL, Jakarta – Tiongkok dikabarkan akan memulai reklamasi di Scarborough Shoal di Laut Tiongkok Selatan tahun ini dan menambahkan landasan untuk memperluas jangkauan Angkatan Udara atas perairan yang saat ini sedang bersengketa.

Dikatakan oleh sumber yang memiliki kedekatan dengan Angkatan Laut Tiongkok (PLA Navy), rezim Beijing akan mendirikan sebuah pos baru yang berlokasi sekitar 230 km di lepas pantai Filipina menyusul rezim Washington dan Manila yang telah menjalin hubungan militer yang lebih dekat di kawasan Filipina.

Putusan mengenai klaim teritorial yang akan datang dari Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag, yang diyakini akan merugikan Tiongkok juga disinyalir sebagai alasan untuk mempercepat reklamasi tersebut.

Manila ingin pengadilan menyatakan bahwa klaim Beijing harus sesuai dengan Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS). Disebutkan bahwa Beijing akan mengambil tindakan untuk melaksanakan reklamasi lahan di Pulau Huangyan pada tahun ini.

Lebih lanjut, alasan Tiongkok mempercepat reklamasi karena beranggapan bahwa Washington sedang membendung pengaruh Tiongkok di kawasan tersebut melalui penetrasi ke beberapa negara ASEAN.

Di satu sisi, Tiongkok melalui Menteri Luar Negeri, Wang Yi (24/4), mengklaim bahwa Tiongkok telah mencapai “konsensun penting” dengan Brunei, Kamboja, dan Laos. Menlu Tiongkok lebih lanjut menyatakan bahwa konflik di Laut Tiongkok Selatan tidak akan mengganggu hubungan Tiongkok dengan ASEAN.

Sampai saat ini, Tiongkok tetap berupaya untuk menegosiasikan konflik secara bilateral, sedangkan Filipina berusaha untuk membawa isu ini ke KTT ASEAN untuk diselesaikan secara multilateral. (ASE)

Ari Setiyanto

- Alumnus in Political Science, University of Indonesia - Alumnus in Center for Civil and Military Relations Program, Naval Postgraduate School, Monterrey CA - Researcher for Indonesia Institute for Maritime Studies - Student in Defense Diplomacy Program, Indonesia Defense University

View Comments

  • If Tiongkok has claimed of reaching an important consensus with several Asean countries, it does not have to worry a lot further. Best regards from Uncle Sam, good job, Mr. Setiyanto!

  • Indeed, I guess the following action supposed to be prepared for the conflicting one and they know that ASEAN are fragmented. Thanks for your comment, Ms. Dian!

Share
Published by
Ari Setiyanto

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

6 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

6 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

6 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

7 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

7 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

1 week ago