Konser “Pelita Cinta Nusantara Indonesia” Membahana di Rusia

Pementasan Reog Ponorogo, meriahkan Konser ‘Pelita Cinta Nusantara’ di Moskow, Rusia. (Foto: Siti Maulidina)

MNOL, Moskow – Konser “Pelita Cinta Nusantara” adalah acara Festival Budaya Indonesia pertama kali dan terbesar yang digarap oleh PERMIRA Moskow (Perhimpunan mahasiswa Indonesia-Rusia di Moskow). Konser bertajuk PELITA CINTA NUSANTARA: From Indonesia to the World itu dilangsungkan setelah acara pameran dan merupakan puncak dari rangkaian acara.

Dalam acara hadir pula Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Belarusia, M. Wahid Supriyadi, Darmawan selaku Koor. Pendidikan Sosial Budaya di Rusia serta Gubenur Kalimantan Timur, H. Awang Faroek Ishak  beserta rombongan.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya lalu dilanjutkan dengan pidato pembukaan dari ketua PERMIRA Moskow, Garin Yudha Primaditya dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Belarusia, M. Wahid Supriyadi yang sekaligus membuka acara secara resmi dengan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng.

Konser PELITA CINTA NUSANTARA menampilkan tarian dari Sabang sampai Merauke serta penampilan dari mahaasiswa asing lainnya. Acara konser dimulai dengan penampilan dari mahasiswa Kalimantan Timur yang berkuliah di kota Moskow. Mereka menampilan tarian Indang Badinding yang berasal dari Sumatera Barat kemudian dilanjutkan dengan tarian asal Arab yang ditarikan oleh mahasiwa Arab.

Selain mahasiswa Indonesia yang menampilkan tarian dari Indonesia, yakni warga Rusia yang turut ikut menampilkan tarian Indonesia. Katya Makanina, warga Rusia ini menampilkan tarian Jaipong dengan apik. Mahasiswa Rusia yang sedang belajar bahasa Indonesia itu juga turut memeriahkan acara dengan menyanyikan lagu Indonesia berjudul Indonesiaku serta penampilan mahasiswa Afrika yang menarikan tarian persembahan Papua. Selain itu, mahasiswa asing dari India, Peru, Korea dan Afrika juga turut tampil.

Acara terus berlanjut dengan berbagai penampilan. Mulai dari penampilan wayang dan tarian Reog Ponorogo asal Jawa Timur, permainan musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur, tarian Maluku yang ditarikan oleh mahasiswa Indonesia dan Malaysia, tarian kipas Angin Mamiri yang dilanjutkan dengan tarian Buchecheom asal Korea.

Dari pulau Kalimantan, Mahasiswa asal Kalimantan Timur juga membawakan tarian berburu yang menceritakan kehidupan masyarakat suku dayak di Kalimantan lalu tarian Lenggang Jakarta yang dibawakan oleh mahasiswa Indonesia.

Tidak hanya mahasiswa Indonesia yang berada di Moskow, mahasiswa Indonesia yang berada di kota lain juga turut memeriahkan konser. Mahasiswa Indonesia di Samara menampilkan tarian kolosal dari Sabang sampai Merauke. Mereka menampilkan tarian dari Sabang sampai Merauke dalam satu tarian. Mulai dari pencak silat, tarian melayu, tradisi bambu gila, Sajojo dari Papua, serta menyanyikan lagu daerah Indonesia secara medley.

Konser diakhiri dengan penampilan tarian Kontemporer yang ditampilkan oleh mahasiswa asal Kalimantan Timur.

Pada kesempatan ini pula, hadir Gubernur Kalimatan Timur M. Awang Faroek Ishak beserta rombongan dari Kalimantan Timur, sebelumnya berada di kota Sochi untuk menghadiri KTT Rusia-ASEAN yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin serta pejabat-pejabat ASEAN lainnya.

Gubernur secara khusus datang ke kota Moskow dan menghadiri acara PELITA CINTA NUSANTARA yang dibuat oleh anak-anak Kalimantan Timur. Dia mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia yang telah menjadi orang tua mahasiswa Indonesia di Rusia dan tak lupa Awang mengatakan untuk terus giat belajar dan aktif dan kembali ke Tanah Air dengan kebanggaan Indonesia yang tidak hilang.

Acara ditutup dengan pemberikan kenang-kenangan dari pihak acara dan bernyanyi bersama dengan Gubernur M. Awang Faroek Ishak. (Siti Maulidina/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

2 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

1 week ago