Mengurai ‘Benang Kusut’ Distribusi Kerapu

Oleh: Raja Hoposan Pasaribu*

Ikan kerapu, kerap memiliki kendala dalam distribusinya

MNOL – Ratusan ton ikan kerapu hidup hasil budidaya tertahan dan tak bisa dipasarkan. Pasar ekspor yang menjadi tujuan utama kerapu hidup itu terputus akibat kapal pengangkut ikan belum juga beroperasi.  Selama ini ekspor ikan hidup masih mengandalkan kapal angkut asing. Belum ada kapal pengangkut dalam negeri yang memasarkan kerapu sampai ke luar negeri. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan operasi semua kapal pengangkut ikan hidup berbendera asing sejak 1 Februari 2016. Sebelumnya, KKP pernah menerbitkan surat edaran pada 28 November 2014 untuk menghentikan sementara (moratorium) izin kapal pengangkut asing dengan tujuan evaluasi dan pengecekan ulang kapal.

Larangan operasional kapal pengangkut ikan hidup berbendera asing akhirnya dibuka pada pertengahan April 2016, melalui penerbitan Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2016 tentang Kapal Pengangkut Ikan Hidup. Persyaratan diperketat, yakni pengangkutan hanya diperbolehkan untuk ikan hidup hasil pembenihan dan bukan hasil pembesaran dari benih alam. Syarat lain, kapal ikan hidup hanya diperbolehkan mengangkut ikan hidup dari pelabuhan tertentu yang ditunjuk sebagai pintu masuk dan keluar. Kapal pengangkut juga dibatasi, berukuran paling besar 300 gros ton (GT).

Upaya Distribusi

Kendati izin angkut sudah dibuka, pengangkutan ikan hidup hasil budidaya hingga kini masih terhenti. Kapal pengangkut belum beroperasi karena urusan administrasi. Sementara sedikitnya 821 ton ikan kerapu siap panen dari sentra budidaya di Bali, Lampung, Medan dan Batam sudah menanti. Pengangkutan yang tersendat merugikan pembudidaya karena biaya untuk pakan terus bergulir.

Faktanya, upaya memulihkan distribusi ikan hidup bukan perkara mudah. Tidak semua kapal pengangkut memenuhi kelayakan. Dari 12 kapal asing pengekspor ikan hidup berukuran 200-390 GT, hanya dua unit yang memenuhi kriteria. Jalur distribusi pengangkutan ikan hidup tujuan ekspor mendesak dibenahi, untuk memulihkan semangat pembudidaya. Semakin lama tersendat. Semakin besar biaya produksi yang dihabiskan pembudidaya. Padahal, pasar ekspor sulit menunggu.  Budidaya kerapu merupakan salah satu andalan ekspor perikanan. Harga ekspor ikan kerapu tergolong tinggi, yakni Rp120.000-Rp200.000 per kilogram (Kg) dengan ukuran rata-rata 1,5-2 kg per ekor.

Upaya mengurai persoalan distribusi juga perlu diimbangi dengan pengawasan. Tak dipungkiri, banyak kapal pengangkut ikan ditenggarai tidak melaporkan jenis dan jumlah ikan hidup yang dibawa ke luar negeri. Lebih dari itu, kapal asing pengangkut ikan hidup juga diduga menjadi sarana penyelendupan barang ilegal.

Penetapan pelabuhan tertentu untuk titik keluar dan masuk dapat menjadi salah satu terobosan untuk memudahkan pengawasan. Namun, kesiapan aparat dan sumber daya manusia diperlukan agar seluruh ekspor ikan hidup didata. Pembenahan distribusi kerapu hidup akan menggenapi pembenahan hulu-hilir perikanan, yakni produksi hingga pemasaran. Upaya membangkitkan usaha perikanan jangan setengah-setengah. Semoga.

 

*Penulis saat ini aktif berdinas di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kepercayaan Industri Otomotif, Ekspor IPCC Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) untuk terus memperkuat kapasitas…

1 day ago

Layanan South China Java X-Press Feeders di IPC TPK Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menunjukkan komitmennya mendukung kelancaran arus logistik internasional…

1 day ago

Kebersamaan Idul Adha jadi Momentum bagi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Melalui semangat Hari Raya Idul Adha, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berharap…

2 days ago

Pelindo Cilacap Salurkan Hewan Qurban Idul Adha 1447 H Bagi Masyarakat Sekitar

Tanjung Intan (Maritimnews) - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, program…

2 days ago

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Hewan Qurban 1447 H/2026 M

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok melaksanakan penyerahan Bantuan Program…

2 days ago

Dirut Pelindo Hadiri Penyerahan Kurban Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan total 35 ekor sapi kurban…

2 days ago