Napak Tilas Kejayaan Maritim Nusantara, Kemenko Maritim dan SD Lepas Ekspedisi Bernuansa Sejarah

 

Kapal Ekspedisi Spirit of Majapahit siap mengarungi samudera menuju Jepang guna napak tilas kejayaan maritim nusantara.

MNOL, Jakarta – Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin mewakili Menko Maritim Rizal Ramli resmi melepas kapal Ekspedisi Spirit of Majapahit di Dermaga Marina, Jakarta Utara, Rabu (11/05). Dengan tema Napak Tilas Pelayaran Majapahit, ekspedisi dilakukan sebagai upaya mengenang masa kejayaan para pelaut Indonesia pada abad ke-13 lalu yang berhasil berlayar sampai Jepang.

Latar belakang dilaksanakannya ekspedisi ini adalah untuk mengingat kembali kejayaan kerajaan maritim Majapahit serta pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya abad ke-13. Di mana nilai-nilai tersebut diperlukan dalam membangu budaya maritim sesuai dengan 5 pilar pembangunan poros maritim yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Pelayaran ini bisa dibilang fenomenal jika dilihat pada kondisi modern. Saat ini sudah ada kapal-kapal mesin, namun kita gunakan kapal layar dan juga terbuat dari kayu,” kata Safri saat usai melepas keberangkatan.

Safri menambahkan, alasan kapal dibuat mirip dengan kapal asli Majapahit karena ingin membuktikan keberanian diri dan rasa nasionalisme. Sekaligus membuktikan pepatah nenek moyang bangsa Indonesia adalah seorang pelaut.

Ekspedisi ini diikuti oleh 10 orang yang terdiri dari 1 orang kapten kapal, 6 anak buah kapal (ABK), 2 orang mahasiswa, dan 1 orang Jepang. Kapten kapal, M Amin mengatakan, ia dan anggotanya sangat siap untuk mengarungi samudera.

Amin sang kapten kapal layar yang sudah berusia 70 tahun ini sudah memiliki pengalaman berlayar 20 tahun. Kapal besar dan kapal kecil (layar) seperti replika kapal Majapahit ini sudah pernah ia coba. Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan ini mengatakan bahwa perjalanan kali ini akan menjadi pengalaman yang paling berharga.

“Berlayar hingga ke Jepang menggunakan kapal layar, harus siap, karena ini bisa menjadi kebanggaan saya dan anak cucu,” ungkapnya.

Menurutnya, lama perjalanan kapal akan memakan waktu hingga 2 bulan sampai ke Jepang, karena kapal layar ini hanya mengandalkan angin dan keadaan cuaca.

“Kira-kira sampai Jepang bisa kurang lebih 2 bulan, karena kondisi kapal kita berbeda, jadi harus sabar dengan melihat cuaca juga,” jelas Amin saat kami temui pada prosesi jelang keberangkatan.

Dalam pelayaran ini terdapat peserta paling muda, M. Hafan Hafiz, berusia 17 tahun lulusan SMA asal Makassar, Sulawesi Selatan ini saat ditanya perasaannya soal keikutsertaannya dalam ekspedisi kali ini, ia mengatakan bahwa dirinya sangat penasaran dan sangat senang.

Hafiz sudah memiliki 2 kali pengalaman dalam berlayar yaitu saat Ekspedisi Nusantara Jaya dan Ekpedisi Arung Samudera ke Tomini tahun 2015 lalu. Namun pengalaman berlayar mengarungi samudera dengan menggunakan kapal layar adalah pengalaman pertamanya.

“Saya senang dan sangat penasaran, saya siap dengan segala kondisi yang akan kami lalui nanti,” jelas Hafiz.

Kemenko Maritim dan Sumber Daya dalam programnya kali ini ingin menumbuhkan kembali semangat juang, semangat orang-orang terdahulu kita yang telah berani mengarungi samudera, melintasi negara, dengan peralatan atau perlengkapan seadanya pada zamannya.

“Kita semua berdoa untuk keselamatan para peserta agar keadaan saat berlayar baik-baik saja, dan kapal dapat berlabuh hingga ke Jepang,” tambah Safri.

Rencananya, para awak atau peserta ekspedisi setelah sampai di Jepang akan pulang kembali ke Indonesia dengan menggunakan pesawat. Kapal replika Majapahit rencananya akan dimuseumkan di Tokyo, Jepang. (TAN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

18 hours ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

2 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

5 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

5 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

5 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

6 days ago