Ini Spesifikasi Kapal Tiang Tinggi Pengganti KRI Dewaruci

MNOL, Jakarta  – Tahun 2017 KRI Dewaruci akan digantikan dengan KRI Bimasuci. Pasalnya, sudah lebih dari enam dasawarsa kapal latih taruna AAL mendarmabaktikan segenap kemampuannya dalam membidani lahirnya para perwira andal TNI Angkatan Laut.

KRI Bimasuci sendiri dikerjakan di Galangan Contruccion Navales Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol, pada tahun 2015.

Menurut Direktur Galangan Guillermo Freire Garcia, ini merupakan sebuah kepercayaan yang besar dari Pemerintah Indonesia kepada perusahaannya untuk membuat kapal layar latih.

“Sebuah kepercayaan, sekaligus tantangan bagi kami, karena kami tahu bahwa pendahulu kapal ini, yakni KRI Dewaruci telah menjadi kapal yang terkenal dan menjadi legenda dunia”, kata Guillermo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh maritimnews.com dari Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), Bimasuci merupakan kapal layar kelas Barque, yaitu kapal layar yang memiliki dua tiang dengan layar persegi. Tiap tiang memiliki panjang 110 meter dan lebar 13,5 meter melebihi KRI Dewaruci yang hanya memiliki panjang 58 meter dan lebar 8 meter.

Dengan ketinggian mencapai 50 meter, KRI Bimasuci jauh lebih menjulang daripada KRI Dewaruci yang memiliki ketinggian 35 meter. Keunggulan lainnya yang dimiliki KRI Bimasuci, antara lain, jumlah layar 26 buah, sedangkan KRI Dewaruci 16 buah.

Jika di KRI Dewaruci tidak terdapat ruang kelas, maka KRI Bimasuci menyediakan ruang kelas secara khusus sebagai tempat belajar para taruna AAL saat berlatih dalam operasi Kartika Jala Krida. Ruang kelas yang tersedia mampu memuat 100 orang taruna.

KRI Dewaruci memanfaatkan geladak terbuka sebagai ruang rekreasi, sementara KRI Bimasuci menyiapkan ruang rekreasi dalam sebuah ballroom berukuran 11 x 10,5 m2. Tingkat kenyamanan juga jauh lebih meningkat sebab KRI Bimasuci menyiapkan perangkat multimedia.

KRI Bimasuci mampu menyediakan akomodasi bagi 203 personel. Sedangkan kecepatannya sendiri, kapal latih ini mampu melaju mencapai 12 knot jika menggunakan daya dorong mesin dan 15 knot jika menggunakan layar.

Sementara itu untuk tingkat endurance (ketahanan berlayar tanpa mengisi BBM) dapat mencapai 30 hari. Kapal layar tiang tinggi ini pun dilengkapi dengan 5 dek, 7 kompartemen, dan 48 blok.

Rencananya, kapal layar tiang tinggi tersebut akan diluncurkan ke laut pada pada akhir September 2016. Pada Januari hingga Mei 2017 kapal layar itu akan menjalani tahap harbour trial dan sea trial. (RM/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

21 hours ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

2 days ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

4 days ago

IPC TPK ReWear Project & Seragam Bekas

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan langkah inovatif dalam mendukung keberlanjutan…

4 days ago

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Terkendali

Jakarta (Maritimnews) - Aktivitas kunjungan kapal dan arus petikemas pasca Lebaran di lingkungan IPC TPK…

1 week ago

Langkah Transformasi Digital Pertamina Dinilai Positif

Jakarta (Maritimnews) - Mengacu hasil survey Lembaga riset strategis Citra Nasional Network (CNN) yang dirilis…

2 weeks ago