Categories: NelayanTerbaru

Nestapa Anak Nelayan, Rela Antre Berbulan-bulan untuk Berobat Mata

Ilustrasi

MNOL, Jakarta – Anak nelayan Pelabuhan Ratu, Yulyana harus rela menunggu berbulan-bulan untuk mengobati mata kanannya yang membengkak.

Siswi kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Asyuhada Gobang itu adalah peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang sudah berkeliling rumah sakit dan harus mengantri berbulan-bulan untuk dapat berobat.

Hal itu diungkapkan oleh Ibu Yulyana, Aam (33) dalam pemberitaan sebuah media lokal, Sabtu (19/6). Aam menyebutkan, pada 12 Februari lalu, ia membawa anaknya berobat ke rumah praktik dokter Asep Rustandi.

Kemudian, Yulyana pun di-rontgen. Hasilnya, terdapat benjolan di bagian hidung sebelah kanan yang mendekat ke bola mata.

Dokter Asep pun merujuk Yulyana ke Dokter Telinga Hidung Tenggorok (THT) RS BLUD Pelabuhan Ratu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Lantaran dokter THT-nya tidak ada, Yulyana kembali dirujuk ke RS BLUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

“Di Rumah Sakit Bunut (RS BLUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, red) anak saya diperiksa lagi. Hasilnya, anak saya tidak bisa ditangani di Rumah Sakit Bunut dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung,” bebernya.

Total selama 1,5 bulan, Aam mengantar putrinya untuk mengantri berobat dan pemeriksaan di RSHS. Selama itu, Yulyana juga sempat dirujuk untuk konsultasi ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.

Setelah diperiksa dan diberi obat, Yulyana yang hanya menggunakan BPJS itu juga kembali dirujuk ke RSHS.

Yulyana pun sempat dibawa pulang dulu ke rumah dan kembali lagi ke RSHS. “Terakhir pada tanggal 19 Mei, menurut Dokter Radiologi Pak Dokter Apdi kami harus menunggu antrean selama enam bulan. Sedangkan kondisi anak saya sekarang malah semakin membengkak,” jelas Aam sambil menahan rasa sedih.

Yang membuat Aam semakin sedih, kondisi anaknya yang tak bisa tidur nyenyak dan susah makan.

“Untuk makan sehari sekali saja sudah susah. Kadang muntah lagi, badannya sudah kurus. Kami juga bingung harus bagaimana,” ungkap Aam.

“Sekarang hanya menunggu panggilan dari RSHS, tapi masih lama. Kalau bisa operasi anak saya secepatnya,” harapnya.

Suami Aam merupakan nelayan Pelabuhan Ratu yang sekarang harus rela belayar ke Pacitan Jawa Timur.

“Kondisi di Pelabuhan Ratu kan lagi susah, makanya berlayar ke Pacitan. Kalau kemarin-kemarin sih Alhamdulillah. Tetapi sekarang tidak bisa melaut karena sedang gelombang pasang,” jelasnya.

Padahal pada 26 Maret 2016, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, pihaknya siap memberikan perlindungan terbaik untuk nelayan.

Hal itu sebagai upaya untuk menyukseskan bahwa seluruh pekerja di Indonesia, baik formal maupun informal (bukan penerima upah/BPU), wajib menjadi peserta Program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

“Seluruh pekerja informal (BPU)  wajib mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terutama jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Begitu juga untuk nelayan,” pungkas Agus. (RM/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

19 hours ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

1 day ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

2 days ago

TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…

2 days ago

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

4 days ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

5 days ago