71 Tahun Merdeka, APMI: Maritim Jangan hanya Slogan!

Para Anggota APMI Merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-71

MNOL, Jakarta – Menyorot perjalanan kemaritiman Indonesia selama 71 tahun merdeka, terlebih pada 2 tahun masa pemerintahan Jokowi-JK dengan visi poros maritim-nya, dinilai masih sebatas slogan. Hal itu dikemukakan oleh Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) melalui Sekjennya Ahlan Zulfakhri kepada maritimnews di Jakarta, (17/8/16).

“Dua tahun sudah visi maritim indonesia digulirkan pasca terpilihnya Presiden Jokowi dalam Pilpres 2014. Gagasan yang membuka harapan besar untuk terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Namun sayangnya masih banyak agenda-agenda yang belum berjalan dengan baik guna membangkitkan kekuatan maritim Indonesia,” kata Ahlan.

Dia menuturkan banyak kasus yang masih menyelimuti pembangunan maritim Indonesia. Misalnya, konsep tol laut yang menjadi program utama pemimpin negara sudah hampir luput dari ingatan masyarakat.

“Proyek terbesar yang sempat ramai dibahas adalah justru kereta cepat Bandung – Jakarta. Ditambah tiga kali perubahan pimpinan Kemenko Maritim dalam kurun waktu dua tahun ini, yang mengartikan jika dirata-rata masing-masing menteri bertugas kurang dari satu tahun masa jabatan,” tandasnya.

Menurutnya, ini merupakan evaluasi besar bagi pemerintahan. “Sudah selayaknya kita menanyakan bagaimana nasib maritim di 71 tahun Indonesia,” tegasnya.

Hal itu menjadi pertanyaan fundamental di era pembangunan maritim,

Di lain sisi, nasib nelayan masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan. Sebagai entitas yang menjadi parameter keberhasilan kebijakan-kebijakan maritim di level grasroot.

Selanjutnya pembangunan 3540 kapal yang belum mendapatkan tanggapan positif dari stakeholder, indikasi tersebut terlihat dari dibukanya lelang tahap tiga yang baru saja dibuka Agustus 2016 ini.

Selain itu tumpang tindih kebijakan akibat perundang-undangan maritim yang masih belum jelas. Hal tersebut tercermin pada konsepsi keamanan laut, yakni nasib Coast Guard Indonesia yang urung tuntas posisinya.

“Ini menjadi catatan-catatan penting bagi nasib maritim indonesia, di 71 tahun kemerdekaan bangsa kita. Semoga maritim bukan hanya menjadi slogan dan simbol tanpa upaya-upaya konkret mewujudkan agenda tersebut,” pungkas lulusan Perkapalan Undip itu. (Tan)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Mengaplikasikan Visi Besar Prabowo Subianto Pada Ketahanan Pangan

Ditulis oleh: Arief Poyuono SE,MKom (Komisaris Pelindo) Pelabuhan dan terminal yang tersebar di seluruh dunia…

1 day ago

IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Throughput Tembus 2,8 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – Penutupan Triwulan III tahun 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan…

2 days ago

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

4 days ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

5 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

1 week ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

1 week ago