Categories: GeopolitikHLTerbaru

Catatan Kritis Sinergitas Poros Maritim Indonesia dengan Jalur Sutera Maritim China

Jakarta- Kebangkitan kekuatan ekonomi dan militer China dalam beberapa tahun belakangan menimbulkan dilema bagi Indonesia. Disatu sisi, walaupun pertumbuhan ekonomi China mulai melambat dalam beberapa tahun belakangan ini, namun China masih tetap menjadi sebuah kekuatan ekonomi global yang sangat penting yang banyak melakukan investasi ke luar negeri. Tiga program besarnya adalah Jalur Sutera Maritim Abad ke-21, satu sabuk satu jalur (One Belt One Road/OBOR) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

“Bagi China, kebijakan-kebijakanya tersebut bersifat pertahanan yakni untuk menjaga agar mereka tidak dikepung dan diblokade oleh Amerika Serikat, yang dianggapnya sebagai saingan terbesarnya” ucap Untung Suropati dalam acara peluncuran buku “Arungi Samudra Bersama Sang Naga” di Lemnahas (31/8) dimana Perwira Tinggi TNI AL tersebut menjadi penulis buku bersama Yohanes Sulaiman dan Ian Montratama.

Investasi di Kawasan sumber: katadata

Ia menambahkan atas dasar kesadaran tersebut, China-pun dalam pandanganya selain menawarkan paket kerjasama ekonomi, juga melakukan tekanan secara militer untuk mencapai tujuan politiknya. Sehingga China pun semakin memperkuat angkatan lautnya, membuat pangkalan udara di Laut China Selatan, dan bertindak semakin agresif.

Pertanyaannya bagaimana melihat perkembangan China tersebut dari sudut pandang gagasan Poros Maritim Indonesia? Ia mangatakan konsep jalur Sutera Maritim Abad ke-21 dan Satu Sabuk Satu Jalur sebetulnya bisa bersinergi dengan konsep Poros Maritim Dunia dengan syarat bahwa Indonesia mau dan bisa untuk mengambil kesempatan tersebut.

Ia merekomendasikan untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia harus kembali ke akar kebijakan bebas-aktif yang ditekankan Bung Hatta di tahun 1948 , yakni mendayung di antara dua karang, memanfaatkan pertikaian kekuatan-kekuatan besar untuk kepentingannya, membina hubungan erat baik dengan China, maupun Amerika Serikat, dan negara-negara lain yang penting seperti Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Malaysia untuk mengimbangi sikap agresif China.

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Langkah Transformasi Digital Pertamina Dinilai Positif

Jakarta (Maritimnews) - Mengacu hasil survey Lembaga riset strategis Citra Nasional Network (CNN) yang dirilis…

4 days ago

Periode Libur Sekolah 2026, PELNI Kasih Diskon 30%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) resmi memberikan diskon tarif tiket kapal penumpang…

4 days ago

Sampai April 2026, Arus Peti Kemas Ekspor di Pelindo Tumbuh 10%

Jakarta (Maritimnews) - Peningkatan arus barang melalui pelabuhan, khususnya peti kemas yang dilayani oleh PT…

6 days ago

Pelindo Group Makassar Memperingati Hari Lahir Pancasila

Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni, Pelindo Group…

1 week ago

Kepercayaan Industri Otomotif, Ekspor IPCC Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) untuk terus memperkuat kapasitas…

1 week ago

Layanan South China Java X-Press Feeders di IPC TPK Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menunjukkan komitmennya mendukung kelancaran arus logistik internasional…

2 weeks ago