Categories: AlutsistaTerbaru

Menguak Pertahanan Poros Maritim ala Poroshenko

APC BTR-4 buatan Ukraina (Foto: militerhankam.com)

MNOL, Jakarta – Kunjungan Presiden Ukraina Petro Poroshenko ke Indonesia ialah guna membahas kerja sama antara kedua negara dalam berbagai bidang, salah satunya pertahanan. Bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menhan Ryamizard Ryaccudu di Istana Negara, Jumat (5/8/16), Poroshenko memaparkan beberapa keunggulan alutsista buatan Ukraina.

Berlanjut kemudian dalam pertemuan dengan Ketua DPR RI, Ade Komaruddin Jumat Sore di Gedung DPR, Jakarta (5/8/16), Presiden Ukraina juga membahas peningkatan kerjasama alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Poin utamanya ialah untuk menghapus pihak ketiga dalam pembelian alutsista dan soal Transfer of Technology (ToT) dengan Ukraina. Karena kedua hal itu menjadi syarat pembelian alutsista dalam program MEF (Minimum Essensial Force) yang saat ini telah memasuki Renstra II.

“Kita membicarakan kerjasama di bidang alutsista. Selama ini sering beli alitsista dari Ukraina tapi dari pihak ketiga. Menyangkut hal itu, kami ingin langsung berurusan dengan Pemerintah Ukraina, tidak dengan pihak ketiga,” kata Ketua DPR RI Ade Komaruddin.

Akom panggilan akrabnya yang didampingi oleh beberapa Anggota Komisi I DPR RI menjelaskan, peningkatan kerjasama dengan Ukrania terkait alutsista karena komitmennya dalam memperkuat TNI. Selama ini, Ukraina merupakan langganan TNI dalam pembelian alutsista baik darat, laut maupun udara.

“Secara bertahap alih teknologi dari pemerintah Ukraina harus dijalankan demi kemajuan TNI kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Presiden Poroshenko mengutarakan kerja sama militer antara Indonesia dan Ukraina saat ini berlangsung cukup baik. Ke depa dia berharap kerja sama ini akan semakin erat.

“Kita akan kerja sama terkait alutsista dengan Indonesia agar negeri ini memiliki pertahanan yang kuat,” ujarnya.

Mantan Menlu Ukraina yang juga memiliki background sebagai businessman itu menuturkan alutsista yang akan dikerja samakan dengan Indonesia melalui program ToT tentunya yang sesuai dengan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Di mana radar dan rudal jarak jauh menjadi daya tarik tersendiri dengan kebutuhan Indonesia untuk menjaga teritorialnya. Radar “Kolchuga” merupakan jenis radar yang akan dibeli oleh TNI AU untuk menjalankan tugasnya sebagai pertahanan udara.

Selanjutnya, Rudal Jarak medium udara ke udara R-27 produksi Ukroboronprom, Ukraina rencananya juga akan memperkuat TNI AU. Sedangkan matra laut juga akan didatangkan beberapa rudal lagi untuk memperkuat Korps Marinir TNI AL.

Sebelumnya, kendaraan lapis baja APC BTR-4 juga telah memperkuat korp bermotto Jaleshu Bhumyamca Jayamahe ini dalam menjalankan tugasnya sebagai Angkatan Laut Pendarat dan Petarung dalam bingkai pertahanan poros maritim dunia.

Perlu diketahui, pertahanan maritim yang merupakan pilar pembangunan maritim kelima bukan diperuntukan untuk TNI AL saja melainkan konsep Tri Matra Terpadu terutama sinergisitasnya dengan TNI AU yang mengawal dirgantara kepulauan Indonesia. (Tan)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 day ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 day ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

2 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

3 days ago