Menteri Susi Klaim Sektor Perikanan Alami Peningkatan, KIARA sebut Sebaliknya

Sejumlah pedagang merapikan ikan dagangannya di pelelangan ikan Paotere, Makassar, Sulsel, Rabu (18/12). Harga ikan melonjak naik hingga 50 persen dari harga normal akibat hasil tangkapan berkurang dan banyaknya nelayan enggan melaut karena gelombang laut tinggi. ANTARA FOTO/Ekho Ardiyanto/Koz/pd/13.

MNOL, Jakarta – Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pujiastuti menyebutkan, pihaknya telah bekerja keras dengan meningkatkan produksi perikanan nasional.

Pasalnya, pada triwulan II tahun 2016 produksi perikanan  mencapai 5,99 juta ton. “Produksi tersebut merupakan kontribusi dari produksi perikanan tangkap senilai 1,68 juta ton dan produksi perikanan budi daya sebanyak 4,32 juta ton,” katanya saat perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Jakarta, Rabu (17/8).

Kata Susi, hal itu menunjukan peningkatan hingga sebesar 3,89 persen.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Abdul Halim menunjukan hal sebaliknya.

Dia menjelaskan, bahwa telah terjadi defisit pendapatan negara yang masuk dalam kategori Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Salah satu PNBP yang mengalami penurunan adalah PNBP Perikanan.

“Ironisnya, penurunan PNBP Perikanan terjadi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang giat menggaungkan poros maritim dunia,” tutur Halim di Jakarta, Rabu (17/8).

Halim menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, PNBP Perikanan menurun drastis antara tahun 2014-2015, dari Rp216,4 miliar menjadi Rp79,3 miliar.

Penurunan ini di antaranya disebabkan oleh ketidakpastian usaha perikanan tangkap akibat pemberlakuan regulasi yang tarik-ulur dan tidak diakhiri dengan penegakan hukum yang adil dan terbuka.

Atas dasar itulah, Halim mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membangun iklim usaha perikanan nasional dengan jalan memperbaiki kinerja regulasi perikanan.

Mulai dari kemudahan dan keterbukaan perizinan kapal ikan, metode penghitungan dan pembayaran pungutan hasil perikanan yang mudah dan adil, serta penegakan hukum di laut yang berkeadilan.

“Dengan jalan inilah, realisasi pendapatan negara dari PNBP Perikanan bisa sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional/skala kecil, pembudidaya ikan, perempuan nelayan, dan ABK akan semakin menjauh. Tahun 2017 adalah tahun keberpihakan dan kebangkitan perikanan nasional,” pungkas Halim. (RM/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

22 hours ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

2 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

3 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

4 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

6 days ago