Categories: OpiniTerbaru

Catatan Siswanto Rusdi soal Dwelling Time

Siswanto Rusdi

Jakarta- Presiden Joko Widodo kembali angkat suara soal dwelling time. Dengan suara yang bergetar karena emosi ia mengatakan “Di Belawan coba, cara main-main seperti itu sudah tidak bisa lagi. Ada 8 crane, yang dijalankan hanya 1 crane untuk tawar menawar saja. Tidak bisa seperti ini,” ujarnya.

Mencermati istilah yang ia pergunakan, yaitu crane, aku teringat alat bongkar-muat di terminal peti kemas yang menyandang kata tersebut. Pertama, quay-side container crane (QCC) dan rubber-tired gantry crane atau RTG. Yang Bapak maksud dengan crane itu yang mana satu ya? Jika kedua alat itu yang anda maksud, dengan segala hormat Bapak Presiden, rasanya kurang tepat bila anda menuding begitu.

Operator pelabuhan manapun tidak akan pernah ‘bermain’ dengan QCC karena sudah ada standarnya (box/crane/hour). Lagian, pelayaran tidak akan mau berlama-lama membongkar peti kemas yang diangkut; mereka harus secepat mungkin berlayar kembali. Biaya-biaya pelabuhan dan kapal mahal.

Bagaimana dengan RTG? Alat B/M ini juga sudah memiliki pola pengoperasian yang terstandarisasi, disesuaikan dengan jenis isi peti kemas. Ada reefer, ada pula bahan berbahaya alias B3. Pergerakan RTG di CY disesuaikan dengan proses pengurusan dokumen di belasan instansi republik ini.

Hanya satu elemen di pelabuhan yang tersisa yang barangkali sesuai dengan tudingan Bapak Presiden, dalam hal ini tempat penimbunan sementara (TPS). Di sini alat B/M-nya biasa disebut reach stacker, jarang disebut crane. TPS dikelola oleh pihak ketiga dan berisi peti kemas yang perlu diperiksa fisik oleh Bea dan Cukai. Jadi, langsung spesifik saja menuding, pak.

Kasihan Pelindo selalu disalahkan. Dengan segala kekurangan mereka BUMN ini sudah jauh lebih baik dan triliunan rupiah sudah mereka keluarkan untuk memodernisasi alat B/M agar makin efisien.

Siswanto Rusdi adalah Direktur Eksekutif The Maritim National Institute

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

5 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

5 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

1 week ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

1 week ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 weeks ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago