Apa kabar Kapal Selam hasil Kerjasama PT PAL dan DSME?

Proses pembuatan kapal selam di galangan kapal Korea, DSME

MNOL, Jakarta – Dirut PT PAL Indonesia, Firmasnyah Arifin yang didampingi oleh Saiful Anwar selaku Direktur Desain & Teknologi PT PAL memaparkan sesuai diamanatkan oleh KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan) untuk membangun kapal selam ketiga, PT PAL sebagai galangan kapal yang ditunjuk sedang menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk membangun kapal selam tersebut.

“Yang dua sudah dikerjakan di sana, dan PT PAL mendapatkan kesempatan untuk membangun kapal selam ke tiga dengan system joint section. Joint section itu terlihat  sederhana,  tapi sangat rumit,” imbuh Firmansyah di sela-sela acara Indo Defence 2016 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pertahanan, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat, (4/11/16) lalu..

Kemudian PT PAL saat ini juga sedang membangun fasilitas yang akan selesai pada akhir tahun ini. tersebut guna membangun kapal selam yang presisi.

Saat ini juga PT PAL menyiapkan sekitar  206 orang yang terdiri dari manajemen, supervise dan  kemudian tenaga langsung. Nanti mereka sebagai tenaga inti, dan untuk membangun kapal selam ini membutuhkan sekitar 250 orang.

Berdasarkan Transfer of technology (ToT) antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan pada 2014 lalu, membuahkan hasil kerjasama pembuatan 3 kapal selam antara PT PAL Indonesia dan DSME (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering).

Masih kata Firmansyah, Galangan kapal selam yang akan dibangun, selain menjadi pembuatan kapal selam ketiga juga akan berfungsi sebagai tempat perawatan kapal selam. Karena target pemerintah ke depan Indonesia akan memiliki 12 Kapal Selam.

Meskipun dalam pembangunan kapal selam ketiga ini, hampir mayoritas komponen bukan berasal dari PT PAL. Setidaknya pembangunan kapal selam ini menjadi ujian pertama PT PAL untuk naik kelas meningkatkan kualitasnya.

Menurut Direktur Desain & Teknologi PT PAL Saiful Anwar, persyaratan di kapal selam ini sangat ketat, dan komponen dalam negeri masih sustainable. “Apabila Indonesia telah berhasil membangun kapal selam, Indonesia akan menempati urutan ke 5 negara Asia setelah China, Jepang, India, dan Korea. (Sutisna/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

1 day ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

2 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

3 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

5 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

7 days ago