
MNOL – Surabaya, Guna mendukung program pemerintah dalam ketananan pangan nasional, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P meresmikan Budidaya Tanaman di Lahan Kering, penanaman 2.000 bibit pohon sengon dan pameran ketahanan pangan di Mako Pemukiman Angkatan Laut (Kimal) Grati, Pasuruan, Kamis (9/12).
Peresmian budidaya tanaman di lahan kering ini berupa penanaman ratusan ribu bibit nanas di lahan TNI AL Grati, Pasuruan, yang nantinya direncanakan ditanam di lahan seluas 200 hektar ini, di mana 15 hektar di antaranya sudah ditanam sebagai tahap percobaan.
Kasal menjelaskan bahwa menyampaikan program budidaya tanaman di lahan kering dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional merupakan salah satu program untuk memberdayakan anggota TNI AL, khususnya yang sudah memasuki usia pensiun agar bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena pada dasarnya, anggota TNI AL yang sudah memasuki masa pensiun sejatinya mendapatkan uang pensiun, akan tetapi uang pensiun tersebut belum tentu cukup untuk memnuhi kebutuhan hidup atau biaya hidup anggota yang sudah pensiun tersebut. Oleh karena itu, program ini diharapkan bisa menjadi bekal untuk kehiduupan para purnawirawan TNI AL tersebut ke depannya.
Para prajurit yang telah memasuki usia pensiun tersebut, oleh Dinas Perawatan Personel Angkatan Laut (Diswatpersal) diberikan bekal keterampilan dalam bidang pertanian, perikanan, otomotif, serta berbagai keterampilan lainnya agar bisa memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun mereka. Khusus untuk di daerah Grati, Pasuruan, para prajurit ini diberikan bekal keterampilan bertani dengan menanam bibit nanas karena TNI AL mempunyai ratusan hektar tanah (lahan kering) di daerah tersebut. Bibit nanas yanng diberikan tersebut tentunya sudah disesuaikan dengan karakteristik lahan yang ada. Hal ini bisa dilakukan karena TNI AL sudah bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian.
Untuk saat ini sedang diuji coba 15 hektar lahan kering yang akan ditingkatkan menjadi 20 hektar di kemudian hari, bahkan pada dasarnya TNI AL bisa menyediakan lahan seluas 200 hektar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian. Hasil yang didapat dari lahan ini boleh dikatakan lumayan bagus dalam arti kata bisa menghasilkan nanas dengan kwalitas “A” tergantung dari permodalan dan jenis bibit nanas yang ditanam.
Selain dari itu, Kasal juga menambahkan bahwa dengan adanya program tersebut, lahan TNI AL selain untuk ditanami juga akan bisa digunakan sebagai tempat bagi prajurit untuk melaksanakan latihan. “Istilahnya kalau bercocok tanam itu tumpang sari, ya kalau diarea ini tumpang latihan, pada saat tanah tersebut sedang ditanami, kita memanfaatkan lahan yang lain untuk melaksanakan latihan dan apabila lahan yang ditanami tadi selesai ditanami maka kita bisa menggunakannya untuk latihan,” terangnya.
Senada dengan Kasal, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. Syaifullah Yusuf yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh TNI AL memanfaatkan lahan-lahan kering yang ada dengan ditanami bibit nanas oleh para prajurit sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar. “Sangat prospektif apabila program ini dilaksanakan, saat ini TNI Angkatan laut sedang mengembangkan lahan untuk ditanami, apabila berhasil maka lahannya akan ditambah sehingga menjadi bagian dari ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Usai pembukaan, Kasal dan Wagub Jatim serta pejabat undangan lainnya melaksanakan penanaman secara simbolik bibit nenas, pohon sengon dan melanjutkan peninjauan kepada 31 stand pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan dari berbagai macam olahan makanan, termasuk olahan dari bahan nenas, pisang dan lainnya.
Hadir dalam kegitan tersebut Aspers Kasal, Aslog Kasal, Aspotmar, Pangarmatim, Dankodiklatal, Kadiswatpersal, Danpasmar 1 Surabaya, Kasgartab III, Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V) Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, Dankodikopsla, Danpuspenerbal, Kadispesial, SKPD Provinsi Jatim terkait, beberapa bupati di wilayah Jatim dan undangan lainnya. (APS)






