Categories: OpiniTerbaru

Koperasi Maritim, Media Perlawanan terhadap Kapitalisme

Oleh: Ahmad Pratomo*

Ilustrasi: Kapitalisme global

MN – Kapitalisme adalah momok yang menakutkan bagi negara-negara berkembang. Akibat kapitalisme, negara-negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah yang notabene adalah negara-negara berkembang menjadi incaran keserakahan negara-negara maju.

Kapitalisme lahir dari sebuah kebutuhan yang tidak terbatas, sedangkan sumber daya kebutuhannya terbatas. Dengan adanya kategorisasi seperti itu, maka dunia dibelah menjadi dua, negara yang mencari sumber ekonomi dan negara yang menjadi sumber ekonominya.

Sebagai negara berkembang dan kaya akan sumber daya, Indonesia tidak bisa mengelak dari arus kapitalisme yang sedang mengglobal ini. Dampaknya adalah sumber daya alam yang semakin terkuras, disusul dengan ketergantungan yang akut terhadap negara maju.

Untuk itu, para Pendiri Bangsa merumuskan gagasan ekonomi nasional untuk membawa Indonesia keluar dari terjalnya arus kapitalisme global. Suatu usaha yang bertujuan membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Koperasi maritim sebagai alternatif kekuatan ekonomi

Ketergantungan terhadap negara maju dapat dipangkas dengan adanya “usaha bersama” yang digagas oleh Founding Fathers sebagai bentuk perekonomian yang paling cocok bagi bangsa Indonesia. Apa bentuk usaha bersama itu? Bung Hatta menegaskan, bentuk usaha bersama itu adalah koperasi.

Saat itu, konsep ekonomi yang ditawarkan Barat adalah kapitalisme. Kapitalis lekat dengan pasar bebas yang individualistik, sedangkan koperasi mempunyai persamaan dengan sistem sosial Indonesia yang kolektivistik. Kolektivisme masyarakat Indonesia tertuang dalam wujud azas kekeluargaan. Wujud ini bermuara pada gagasan koperasi.

Koperasi menjadi kekuatan alternatif bangsa. Tidak hanya sekadar simbolisasi ide dan gagasan yang sesuai dengan jiwa masyarakat Indonesia yang suka tolong-menolong, konsep koperasi juga sesuai dengan konstitusi dan amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 1, 2 dan 3.

Hikmah yang bisa dipetik dari sistem koperasi ialah mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa. Selain itu, koperasi menstimulus rasa toleransi dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan roda perekonomian rakyat sehingga menjadi kekuatan alternatif ekonomi nasional.

Bagi masyarakat ekonomi lemah, koperasi bisa menjadi jembatan emas menuju kesejahteraan. Mereka menjadikan koperasi sebagai collective action untuk bebas dari belenggu ketidakadilan dan kesewenang-wenangan sistem keserakahan ekonomi.

Salah satu bidang koperasi yang sedang menguat ialah koperasi maritim. Koperasi maritim di Indonesia yang tersebar di daerah-daerah pesisir, sedang berusaha membangun swadaya perekonomian di daerahnya masing-masing. Terlebih lagi fokusnya ialah masyarakat pesisir yang penghasilan ekonominya menengah ke bawah.

Di antara visi koperasi maritim yang sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo ialah membangun galangan kapal untuk nelayan tradisional, kebutuhan air bersih di daerah-daerah pesisir, kebutuhan sekolah-sekolah di kawasan pesisir khususnya daerah timur Indonesia, serta pelatihan sumber daya manusia dalam hal organisasi bisnis koperasi yang akuntabel, transparan, dan manajerial yang modern.

*Penulis adalah Ketua Bidang Sejarah dan Budaya Maritim Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

4 hours ago

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

3 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

4 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

4 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

5 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

6 days ago