Dies Natalis HMI ke-70, turut Bangun Kemaritiman Indonesia

Loggo HMI

MNOL, Jakarta – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hari ini, 5 Februari 2017 memperingati hari jadinya yang ke-70. Di tengah bertambahnya usia tersebut, ternyata organisasi berjuluk Laskar Hijau Hitam ini turut membangun kemaritiman Indonesia seiring dengan  dicetuskan visi pemerintah poros maritim dunia oleh Presiden Joko Widodo tahun 2014 lalu.

“Di PB HMI, bidang agraria dan kemaritiman ini tergolong bidang baru. Kita baru memulai untuk menopang pembangunan kemaritiman Indonesia,” ujar Ketua Bidang Agraria dan Kemaritiman Pengurus Besar (PB) HMI Mahyudin Rumata kepada maritimnews, (5/2/17).

Saat dihubungi dirinya tengah berada di Yogyakarta dalam acara Napak Tilas HMI. Ia menjelaskan bahwa perjalanan kemaritiman di era pemerintahan Jokowi ini cukup progresif, namun sayangnya belum menyentuh dengan kepentingan rakyat.

“Pembangunan 24 pelabuhan di Indonesia dalam konsep tol laut menurut kajian kami belum menyentuh kebutuhan rakyat, karena hanya diprioritaskan untuk kepentingan investor,” tandasnya.

Pria asal Pulau Seram ini menyatakan pihaknya selama ini selain mendukung program pemerintah juga bersikap kritis terhadap kebijakan yang dinilai belum sesuai. Sesuai dengan perjalanan sejarahnya, organisasi yang didirikan oleh Lafran Pane ini kerap menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan rakyat.

“Kita selalu aktif mengkritisi kebijakan Kemenko Maritim saat ini. Seperti yang kemarin soal penamaan pulau, di mana Pak Menko tanpa melihat aspek sosiologis dan hukum sehingga cenderung mementingkan kepentingan investor,” ungkapnya.

Di era revolusi fisik periode 1945-1949, HMI pernah disematkan oleh Jenderal Soedirman sebagai Harapan Masyarakat Indonesia, karena keterlibatannya bersama TNI dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Memasuki era 1960-an, kendati akan dibubarkan oleh Bung Karno karena kedekatannya dengan Masyumi, namun atas arahan J Leimena dan petinggi ABRI saat itu, Sang Proklamator akhirnya mengurungkan niatnya.

Pecahnya gejolak 1965, HMI pun aktif memerangi PKI yang memiliki underbouw Centra Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) di tingkat mahasiswanya. Sehingga memasuki era Orde Baru, HMI memiliki kedekatan dengan pemerintah kala itu.

Kiprahnya dalam memajukan kemaritiman Indonesia, sambung Mahyudin, HMI pernah membuat FGD maritim bersama Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI). “Kita mengupayakan antar elemen maritim untuk menyatukan visi dalam membangun kemaritiman, salah satunya dengan APMI,” terangnya.

Ke depan, organisasi yang memiliki motto ‘Yakusa’ (Yakin Usaha Sampai-red) ini tengah menginisiasi berdirinya Posdamar (Pos Keasadaran Maritim) di berbagai kampus. Karena menurut Mahyudin, pembangunan maritim tanpa disertai dengan membangun kesadaran masyarakatnya akan bernilai nol.

“Kenapa kita membangun dari kampus? Karena di kampus lah tempat pembinaan intelektual bagi anak-anak muda dalam hal ini mahasiswa,” bebernya.

Di akhir penjelasannya, Mahyudin mengulas, untuk tingkat Cabang HMI di berbagai daerah juga tengah digalakan untuk memilki  bidang kemaritiman bagi daerah yang terdapat potensi maritimnya.

“Kan ada cabang yang tidak memiliki laut itu lebih kita prioritaskan kepada agraria, tetapi bagi cabang-cabang yang terletak di daerah pesisir sangat perlu untuk memiliki bidang kemaritiman,” pungkasnya. (An/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

3 hours ago

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

2 days ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

2 days ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

5 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

1 week ago