Sampah Plastik

Ia menekankan Indonesia harus konsisten menangani masalah sampah, karena sampah dapat berdampak terhadap perekonomian masyarakat,  bahkan terhadap kesehatan. Menurutnya sampah di laut yang berasal dari daratan 80%, yang berasal kapal-kapal di laut 20%, termasuk sampah biasa dan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Karena itu, sungai-sungai harus dbersihkan.

“Untuk itu, dalam pertemuan dengan delegasi International Maritime Organization (IMO) mereka meminta kami untuk menggelar pertemuan tingkat internasional khusus untuk membahas masalah ini. Banyak pekerjaan rumah yang kita harus lakukan ini,” katanya.

Luhut juga menjelaskan bahwasanya sampah plastik di laut juga bisa berdampak pada kesehatan. “Kalau kita biarkan ikan memakan sampah plastik, akan merusak generasi-generasi di masa mendatang. Karena mikro plastik ini dimakan plankton-plankton di laut, dan plankton itu dimakan ikan, ini yang berbahaya,” jelasnya.

Lebih lanjut Luhut memaparkan beberapa rencana yang akan dilakukan untuk menanggulangi masalah sampah plastik tersebut. “Tanggal 27 kita kumpulin para walikota, dan kita sampaikan bahwa UU mengatakan masalah sampah ini adalah masalah pemerintah daerah,” kata Luhut.

Saat ditanya apakah pemerintah akan menerapkan cukai plastik, ia mengatakan bahwa hal tersebut masih dalam pembicaraan, karena banyak yang mengira bahwa ini bisnis baru. Padahal cukai ini untuk mengurangi dampak kepada kesehatan dan plastik yang memenuhi pantai, yang  juga mengganggu industri pariwisata.

“Ada lebih dari 12 juta lapangan kerja yang ada di industri ini terancam. Sekarang kita ganti plastik itu dari rumput laut, singkong atau minyak sawit,” ujar pria yang pernah menjadi menteri di era KH. Abdurrahman Wahid tersebut.

Diharapkan dari situ akan tumbuh industri baru sehingga akan menyerap tenaga kerja, lebih baik lagi jika produk-produk tersebut bisa diekspor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *