Categories: HLPelabuhanTerbaru

IPC Siap Terapkan Integrated Chain Port untuk Tekan Cost Logistic

Dirut IPC bersama direksi lainnya sedang memaparkan program perusahaan tahun 2017 pada acara IPC Media Gathering di Hilton Bandung

MNOL, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II/IPC mempersiapkan diri guna mewujudkan Integrated Chain Port dalam rangka menekan cost logistic di pelabuhan. Rencana Kementerian BUMN tersebut bakal melibatkan pelabuhan diluar lingkup kerja IPC yakni, Pelabuhan Kuala Tanjung, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Bitung, dan Pelabuhan Sorong. Hal itu dikatakan Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya pada acara IPC Media Gathering di Hotel Hilton, Bandung pada hari Jumat tanggal 3 Februari 2017.

Menurut Elvyn, penerapan konsep Indonesia Integrated Chain Port pada semester dua tahun 2017 merupakan standarisasi menuju world class port pada tahun 2020 dan konsolidasi tujuh pelabuhan sudah sesuai kesepakatan dengan Kementerian BUMN. “Kami telah mempersiapkan pelabuhan Tanjung Priok dan Pontianak dalam skema konsolidasi 7 pelabuhan pada kerangka integrated chain port, baik itu fasilitas maupun system operasional agar sesuai standar yang disepakati bersama Pemerintah,” jelasnya.

Diungkapkan oleh Dirut IPC, bahwa sifat dan mekanisme logistik maritim yang telah bergerak dari pelayanan port to port menjadi door to door mengisyaratkan perusahaan untuk mendorong pengembangan penerapan konsep integrated chain port, dimana pelabuhan-pelabuhan di Indonesia secara bertahap melaksanakan dan mengembangkan inisiatif melakukan kolaborasi operasional, inovasi berbasis IT, perbaikan konektivitas dengan industri dan pasar, harmonisasi stakeholders dan penanganan secara tepat isu-isu strategis yang berkembang.

Salah satu persiapan IPC dalam rangka menekan biaya logistik dan dwelling time selain Integrated Chain Port adalah merealisasikan Container Freigh Station (CFS) sebagai fasilitas logistik terpadu di Pelabuhan Tanjung Priok untuk kegiatan konsolidasi kargo ekspor impor, khususnya Less than Container Loaded (LCL). Keutamaan CFS menjadi gudang yang terintegrasi dengan kegiatan hinterland atau industri pendukung di pelabuhan. (Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

4 hours ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

7 hours ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

1 day ago

Jelang HUT RI Ke-81, Pelindo Makassar Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi 200 Warga Wajo

Makassar (Maritimnews) - Sebanyak 100 balita dan 100 lansia di Kecamatan Wajo, Kota Makassar, mendapatkan…

2 days ago

Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak Bakal Gelar Aksi Solidaritas “Satu Terdampak Semua Bergerak”

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak akan menggelar aksi solidaritas di depan Pengadilan…

2 days ago

Analisis Penerbitan Perpres No.41/2026 tentang Penguatan Logistik Nasional

Ruang lingkup pengaturan Perpres ini meliputi Strategi Penguatan Logistik Nasional, Pengukuran Kinerja Logistik Nasional dan…

5 days ago