Categories: HankamTerbaru

Kuliah Umum Wiranto di Unhan, Bahas Konsep Pertahanan TNI Terkini

Kuliah Umum Menko Polhukam Wiranto di Unhan

MNOL, Jakarta – Menko Polhukam RI Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H., M.M. memberi kuliah umum kepada seluruh mahasiswa dan segenap civitas akademika Universitas Pertahanan (Unhan) di Kampus Unhan, Sentul, Bogor, (22/2).

Kedatangan Menko Polhukam RI diterima langsung oleh Rektor Unhan Letjen TNI I Wayan Midhio M.Phil. didampingi ketiga Warek, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP), Plt. Dekan Fakultas Strategi Pertahanan (FSP), Kepala LP2M, Kepala LP3M, Kasatwas dan para Kepala Biro.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan secara runut kemajuan Unhan mulai 2009 hingga status akademik Unhan mendapat AIPT “A” dan sejumlah prestasi yang diraih para dosen dan mahasiswa Unhan.

Materi kuliah umum yang disampaikan sangat menarik dan up to date. Diulas secara komprehensif apa sesungguhnya makna ancaman dan berbagai tantangan yang dihadapi Bangsa Indonesia saat ini dan ke depan.

“Konsep pertahanan TNI perlu menyesuaikan dengan karakteristik dan bentuk ancaman yang sangat dinamis,” terang Wiranto dalam kuliah umumnya.

Hal itu mengingat semakin tingginya tingkat ancaman NKRI di tengah memanasnya situasi global. Selain itu, masalah perbatasan juga menjadi sorotan mantan Panglima TNI di tahun 1998 itu.

“Konsep pertahanan TNI tersebut harus ditata untuk memperkuat basis pertahanan di sepanjang perbatasan sehingga mampu mengamankan wilayah NKRI di bagian dalam perbatasan,” tambahnya.

Para mahasiswa dan dosen sangat antusias atas materi kuliah umum terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan.

Lebih jauh disampaikan. kondisi terkini menyangkut kebijakan Menko Polhukam RI terkait dengan Program Bela Negara dengan membentuk Badan Cyber Nasional dan beberapa Satgas, seperti Satgas Pro-A-Pro (Penanganan Provokasi, Agitasi dan Propaganda) guna meredam hoax atau black news.

“Tugas utama satgas tersebut adalah meng-counter semua opini negatif mulai dari melacak sumbernya hingga proses hukumnya,” pungkas Wiranto.

Sementara itu, menurut Dosen Unhan Dr. Susaningtyas Kertopati yang hadir dalam kuliah umum tersebut menyatakan bahwa konsep yang disampaikan oleh Wiranto sesuai dengan teori-teori geopolitik dan geostrategi yang dipelajari oleh mahasiswa Unhan.

“Konsep tersebut bahkan sejalan dengan prinsip-prinsip penggelaran intelijen sehingga wilayah perbatasan mampu diberdayakan sebagai early warning system,” kata Nuning biasa akrab disapa. (An/MN)

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

5 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

6 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

2 weeks ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

2 weeks ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 weeks ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago