Salah satu dari kapal ikan milik nelayan Malaysia yang ditangkap oleh tim WFQR di Perairan Aceh.
MNOL, Banda Aceh – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-1 Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan menangkap dua kapal berbendera Malaysia, KHF 1785 dan FKPB1781, Minggu (12/3). Saat ditangkap, kapal tersebut menggunakan alat Pukat Trawl untuk menangkap ikan di perairan Ujung Aceh Tamiang.
Penangkapan terhadap kapal nelayan asing tersebut, bermula Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Dananal) Lhokseumawe Kolonel Marinir Nasruddin menerima laporan dari nelayan setempat tentang adanya dua kapal nelayan asing yang sedang melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Ujung Aceh Tamiang.
Merespon laporan tersebut, selanjutnya Tim WFQR-1 diterjunkan dengan menggunakan Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Peudawa Lanal Lhokseumawe untuk segera melaksanakan pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid). Dari hasil Jarkaplid, Tim WFQR-1 berhasil mengamankan kedua kapal berbendera Malaysia dan 10 ABK yang sebagian besar berkebangsaan Myanmar beserta alat Pukat Trawl.
Setelah diadakan pemeriksaan lebih lanjut, Tim WFQR-1 juga menemukan alat pengisap sabu (Bong) yang diduga digunakan oleh nelayan kapal ikan tersebut. Diduga ABK asing tersebut, sebagai pemakai Narkoba, dan jalur yang digunakan kapal berbendera Malaysia itu, merupakan destinasi masuknya barang haram tersebut.
Selain menangkap menggunakan Trawl, kedua kapal ikan asing tersebut juga telah melanggar batas wilayah Perairan Indonesia. Berdasarkan pelanggaran tersebut Seluruh ABK Kapal Malaysia itu, diamankan di Pos Angkatan Laut (Posal) Langsa untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.
(Anug/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…