Categories: GeopolitikTerbaru

Mengulas Nasib Poros Maritim Dunia di Tengah Naga dan Elang

Staf Ahli Bidang Hukum dan Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet Dr Thanon Aria Dewangga

MNOL, Jakarta –  Think and Act For National Defens (TANDEF) dan President University menggelar diskusi publik bertajuk nasib Poros Maritim Dunia di tengah hegemoni Amerika Serikat dan China. Diskusi dengan tema  ‘Masa Depan Poros Maritim: Garuda di antara Naga dan Elang’ itu digelar di Swiss belthotel, Cengkareng, Tangerang, (4/3) dengan menghadirkan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet Dr Thanon Aria Dewangga sebagai pemateri.

Di awal pemaparannya, Thanon mengurai program Nawacita yang menekankan pola pembangunan nasional dari pinggiran. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan 5 program Prioritas Jokowi-JK tahun 2014 yaitu Pangan, Energi, Pariwisata, Maritim, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Posisi Indonesia yang secara geografis berada di persilangan dua benua dan samudra memiliki banyak potensi sekaligus tantangan,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat 16 tantangan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini. Di mana 4 di antaranya merupakan tantangan yang diharapkan menjadi leverage yakni (1) Melanjutkan identitas atau jati diri negara, (2) Membangun konektivitas antar wilayah perhubungan laut, (3) Pemanfaatan migas, mineral, arus dan ombak untuk keperluan energi dan mineral masa depan, dan (4) Kepemimpinan/leadership di kawasa‎n.

Tidak ketinggalan Thanon juga memaparkan kondisi AS dan China saat ini yang memiliki banyak perubahan dalam memasuki abad 21 ini. Khususnya AS yang baru mengalami pergantian rezim dari Barack Obama ke Donald Trump.

“Presiden Jokowi pernah menyatakan tidak perlu khawatir terhadap ketidakpastian politik luar negeri Presiden Donald Trump, karena model Bilateral AS di era Presiden Trump sangat cocok dengan model kebijakan luar negeri Presiden Jokowi,” terang Thanon.

Dengan potensi luas laut yang besar dan memiliki banyak tambang serta destinasi wisata yang variatif, Indonesia akan menjadi bangsa pemenang dalam pergulatan dinamika internasional saat ini.

“Kita terlalu lama memunggungi laut, sudah saatnya kita menjadi Maritime Champion,” tandasnya.

Lebih lanjut, Thanon menyatakan bahwa visi Poros Maritim Dunia yang berintikan Kebijakan Kelautan Indonesia terdapat 7 Pilar Kebijakan, 7 Prinsip, dan 77 Program

‎”Upaya menuju Poros Maritim Dunia diawali dengan merubah mindset agraris menjadi maritim. Selanjutnya diikuti dengan pembangunan Connectivity, membangun jaringan keterhubungan antar pulau di Indonesia dari pelabuhan, bandara, kereta api dan jalan tol,” bebernya.

Foto bersama – Peserta MDF dengan Pemateri

Terkait law enforcement dan sinergi kelembagaan sebagai bentuk reformasi birokrasi di K/L terkait kemaritiman juga diutarakan oleh Thanon. Hal itu dianggap penting selain masalah pengembangan ekonomi maritim.

“Dalam menjaga dan membangun perbatasan kita perlu sinergitas dari setiap lembaga baik dari TNI AL, Bakamla maupun kementerian terkait,” ucapnya.

Di akhir penjelasannya, Thanon menyebutkan kesimpulan yang dicapai dalam upaya mewujudkan Poros Maritim Dunia ini seperti prinsip British Rules The Waves yaitu siapa yang menguasai lautan, dia yang menguasai dunia.

“Mulai mengatak ke Indian Centris rather than Pasific Centris. AS vs Cina kita jadi another option melalui middle power diplomacy. Sekali lagi AS dan China bukan segalanya, Indonesia cukup populer di negara-negara Asia dan Afrika. Being very local is very good; karena semua sudah jengah dengan globalisasi,” pungkasnya.

Diskusi ini juga merupakan bagian dari Meeting Defenders Forum yang rutin digelar oleh TANDEF setiap bulannya. TANDEF merupakan satu-satunya entitas di Indonesia dimana perwira-perwira TNI/POLRI dari seluruh matra dan kecabangan dapat berkumpul bersama beraneka komponen bangsa dari kalangan sipil dengan berbagai latar belakang keahlian dan profesi. (Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani…

1 day ago

IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Truk Peti Kemas Gratis

Jakarta (Maritimnews) - Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social,…

1 day ago

Apa Kabar SIMON TKBM Pelabuhan Internasional Tanjung Priok?

Jakarta (Maritimnews) - Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port…

3 days ago

Pelindo Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan & Sembako Gratis

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan…

3 days ago

Momentum HUT IPC TPK Ke-13, Hadirkan Khitanan Massal di Cilincing

Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…

5 days ago

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

6 days ago