KKLN Prodi Strategi Perang Semesta di Prancis
MNOL, Jakarta – Selama satu minggu mulai 11 – 17 Maret 2017 Program Studi (Prodi) Strategi Perang Semesta (SPS) dari Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Universitas Pertahanan (Unhan) melaksanakan Kuliah Kerja Luar Negeri (KKLN) di Prancis. Wakil Dekan FSP Brigjen TNI Herman, M.Si (Han) memimpin mahasiswa sebanyak 25 orang mengunjungi berbagai institusi di lingkungan Kementerian Pertahanan, pendidikan tinggi militer dan industri pertahanan di Negeri Napoleon tersebut.
Ia menyampaikan bahwa KKLN kali ini mencoba menganalisa kebijakan salah satu negara di Uni Eropa. “Para mahasiswa Unhan menerima paparan Defense White Paper terkait kebijakan pertahanan Prancis di masa mendatang saat berkunjung ke Ecole Militaire dan Institute National des Hautes Etudes de la Securité et de la Justice (INHESJ),” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi dari Unhan, para mahasiswa juga mendapat kesempatan berkunjung ke Thales dan melihat langsung proses produksi radar-radar teknologi tinggi untuk kepentingan militer. Selain bertujuan meningkatkan kapasitas akademik Unhan, maka KKLN juga ditujukan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis.
Pada waktu bersamaan Prodi Peperangan Asimetris (PA) dari FSP melaksanakan KKLN ke Brunei Darussalam dipimpin oleh Wakil Rektor II Laksda TNI Ir. Rusmali.
Ia menjelaskan bahwa KKLN ke salah satu negara anggota ASEAN ini sejalan dengan politik luar negeri RI yang nantinya menjadi fokus kajian pertahanan sebagai bentuk kontribusi Unhan di masa mendatang.
(Adit/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…