Sistem Birokrasi yang Berbelit, Buahkan OTT KPK di PT PAL

Galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya

MNOL, Jakarta – Dunia maritim Indonesia kembali dikejutkan dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat galangan kapal plat merah kebanggaan dalam negeri, PT PAL Indonesia pada Kamis (30/3) kemarin. Informasi dari sumber di KPK, penangkapan ini terkait pesanan kapal perang Filipina yang dikerjakan PT PAL.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut ada indikasi dugaan penerimaan hadiah dalam kasus itu. Febri menyatakan KPK sedang melakukan proses pemeriksaan secara intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan dalam OTT di Jakarta.

Dalam temuannya, KPK juga mengamankan uang USD 25.000 atau sekitar Rp 332 juta yang diduga merupakan hasil dari tindak korupsi tersebut.

Sementara itu Manajer Humas PT PAL Indonesia, Bayu Wicaksono, menegaskan pihaknya masih menelusuri kabar adanya jajaran tertinggi perusahaan itu yang tertangkap dalam OTT KPK.

“Saya juga mencari informasi tersebut, dan di kantor pusat PT PAL Indonesia di Surabaya ada rapat jajaran tertinggi, termasuk operasi senyap,” kata Bayu

Seperti diketahui, Filipina menunjuk PT PAL Indonesia untuk menggarap dua kapal perang jenis SSV setelah proses tender internasional. Pesanan kapal pertama kelas Lloyd Register telah dikirim dan diberi nama Tarlac oleh Kementerian Pertahanan Filipina.

Kapal perang pesanan kedua diluncurkan hari ini dan akan dikirim lebih cepat tiga bulan dari target yang ditentukan yakni pada Mei 2017 dan rencananya diserahkan ke Kementerian Filipina pada Maret 2017 ini.

Menurut pengamat maritim dari National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi, kasus OTT ini tidak mengejutkan dirinya. Pasalnya, di Indonesia, membangun kapal baru sarat dengan proses administrasi yang menguras kocek galangan.

“Apa yang terjadi di perusahaan plat merah terbesar di bidang pembangunan dan reparasi kapal itu tidak sepenuhnya mengejutkan,” ujar Siswanto, Jumat (31/3).

Ia mengungkapkan perizinan membuat kapal baru dari dulu sangat berbelit. Hal ini yang menimbulkan benih-benih korupsi dari para pelaku di lapangan bahkan sampai ke pemangku kebijakan.

“Izin ini, rekomendasi itu dan lainnya. Dari sini saja galangan sudah keluar duit. Lalu, beli material dan komponen keluar duit lagi dan jumlahnya tak sedikit karena sebagian besar impor,” selorohnya.

Dari kondisi tersebut, harga kapal buatan lokal tentu lebih mahal dari buatan luar negeri. Kendati ada keringanan yang diberikan pemerintah kepada industri galangan dalam bentuk pembebasan B/M dan PPN namun prosedurnya tetap berbelit.

“Karena PT PAL sering menerima order dari pemerintah, perilaku koruptif di galangan tersebut juga berhubungan dengan kelakuan negatif pemberi proyek. Dalam kasus ini, PT PAL tidak seluruhnya salah,” pungkas Siswanto.

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

13 hours ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

17 hours ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

3 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

6 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

7 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

1 week ago