Categories: HLPelabuhanTerbaru

Terminal Petikemas Bitung Bebenah Menuju Pelabuhan Modern

Manajemen TPB menerima kunjungan Tim Dewan Ketahanan Nasional terkait grand design IHP Bitung pada akhir Januari 2017

MNOL, Bitung – Di provinsi Sulawesi Utara, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV memiliki 3 cabang yakni Pelabuhan Manado, Pelabuhan Bitung, dan Terminal Petikemas Bitung (TPB). Khusus wilayah Bitung, pelabuhan cabang Bitung melayani non petikemas (penumpang, curah cair/kering, hewan) dan TPB melayani kegiatan bongkar-muat petikemas. “Kami berupaya menjadi terminal petikemas modern,” jelas General Manager TPB, Edy DM Nursewan kepada Maritimnews, Selasa (14/3).

Menurut Edy, dalam rangka meningkatkan pemerataan perekonomian Indonesia Barat dan Timur, maka keberadaan TPB menjadi cukup penting. Karenanya pembangunan infrastruktur pendukung TPB masuk skala prioritas utama Pemerintah, diproyeksikan pelabuhan Bitung sebagai Hub Port Indonesia Timur. Tujuannya agar roda perekonomian antar pelabuhan ke pelabuhan terwujud, sekaligus sebagai penyanggah perekonomian bagi Sulawesi Utara.

Berdasarkan data Terminal Petikemas Bitung, kegiatan arus petikemas internasional (ekspor impor) direct call tercatat berkisar 1 %, sedangkan kegiatan domestik (antar pulau) mencapai 99 %. Througput petikemas pada tahun 2016 sebesar 215.000 teus, meningkat 8 % dibanding tahun 2015 yang sebanyak 199.000 teus, dengan didukung kapasitas container yard (CY)/lapangan penumpukan eksisting 300.000 teus pertahun. “Kegiatan petikemas domestik didominasi tujuan dari dan ke pulau Jawa, sementara arus petikemas ekspor impor langsung di TPB hanya 1 % saja,” ujarnya.

Kedepan rencana pengembangan Terminal Petikemas Bitung menuju pelabuhan petikemas modern, mencakup sisi fasilitas dan operasional. Untuk sisi operasional akan ada kegiatan ekspor direct call ke Davao Philippine. “TPB akan melayani kegiatan ekspor langsung, diharapkan kegiatan Direct Call (pelayanan langsung ke negara tujuan, tanpa transhipment) dapat meningkatkan throughput petikemas international,” imbuh Edy Nursewan.

Disamping itu, TPB juga bakal melakukan penambahan fasilitas lapangan penumpukan petikemas (CY) seluas 5 hektar dan dermaga sepanjang 131 meter, serta alat Container Crane (CC) 1 unit. “Kami masih menunggu izin Addendum Amdal, antara lain izin pembangunan dan reklamasi dari Kementerian Perhubungan. Targetnya pembangunan fasilitas lapangan penumpukan dan dermaga akan rampung pada akhir tahun 2018,” pungkas Edy. (Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pasca HoA, Pelindo Godok Draf Kerja Sama PINP

Jakarta (Maritimnews) - Pasca launching Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP) dan menandatangani Heads of Agreement…

14 hours ago

Pelindo Regional 4 Kunjungi KPPU Makassar, Perkuat Persaingan Sehat Jasa Kepelabuhanan

Makassar (Maritimnews) – PT Pelindo (Persero) Regional 4 mengunjungi kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)…

1 day ago

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

4 days ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

5 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

2 weeks ago