Di atas Kapal Pelni, Menko Luhut berikan arahan terkait pembangunan Indonesia Timur

Menko Luhut berikan arahan terkait pembangunan di Indonesia Timur kepada 2 gubernur yakni Gubernur Maluku dan Maluku Utara.

MNOL, Bitung – Dalam kunjungannya ke Sulawesi Utara, Menko Luhut Pandjaitan menyempatkan memberi pengarahan Musyawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) provinsi Maluku dan Maluku Utara yang diadakan di atas kapal Pelni, KM Dorolonda yang bersandar di Pelabuhan Samudra Bitung, kota Bitung pada hari Jumat (7/4). Kegiatan ini dipimpin oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff dan Gubernur Maluku Utara, Gabi Kasuba, sementara Menko Luhut didampingi oleh Walikota Bitung, M.J Lomban.

Pada pengarahannya, Menko Luhut meminta para pejabat dari dua provinsi tersebut untuk fokus pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya pendidikan. Menurutnya, saat pemerintah tidak lagi berorientasi Jawa sentris, maka bidang pendidikan memegang peranan penting untuk meningkatkan daya saing.

“Saya berharap pendidikan ini menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing generasi muda. Dengan pendidikan yang baik  kita tidak akan kalah dengan negara lain dan tidak mudah dijajah secara intelektual. Sekarang ini kita masih tertinggal dibanding negara lain” ujarnya.

Menko Luhut memberi contoh jumlah insinyur di Indonesia adalah 3 berbanding 1,000 orang sementara di Vietnam angkanya 9 berbanding 1,000.

Ia meminta kedua Gubernur untuk mengusulkan lagi penambahan jatah lanjut studi S2 dan S3 untuk percepatan peningkatan SDM.

Masalah SDM ini sangat penting, semakin banyak orang pintar semakin bagus. Saya lihat jatah S2 dan S3 Maluku dan Malut masih sedikit, karena itu, saya minta agar diusulkan lagi penambahan,” ungkapnya.

Program Maritim

Menko Luhut dalam arahannya juga menyampaikan program maritim pemerintah, ia menyatakan sektor pariwisata ada pada prioritas tertinggi.

“Pada tahun 2019 penerimaan negara terbesar berasal dari sektor pariwisata. Kita harus memberi pelayanan terbaik, tetapi juga tetap ada pengawasan. Kita tidak boleh lengah,” katanya,

Yang kedua, adalah sampah. Kata dia, perlu partisipasi semua pihak untuk gerakan menjaga kebersihan lingkungan dari sampah dan mengelolanya dengan baik.

“Gereja-gereja, masjid-masjid saya minta bantuannya untuk mengingatkan umat agak disiplin untuk membuang sampah pada tempatnya,” imbauannya.

Menko Luhut mengatakan, ia telah mengirim tim ke India untuk mempelajari penggunaan tas plastik untuk menguatkan aspal jalan.

“Jika sampah ini tidak kita atasi,  akan menjadi masalah besar dan akan merusak investasi infrastruktur kita yang banyak di bidang pariwisata”, kata Menko Luhut.

Ketiga, adalah tol laut, pemerintah terus melakukan perbaikan untuk program ini. Dana untuk membeli kapal, katanya, akan dialokasikan leboh besar untuk memperbanyak jumlah kapal, pelabuhan dan kapal di Indonesia bagian barat akan lebih dioptimalkan.

Yang keempat adalah infrastruktur, pemerintah kini aktif membangun infrastruktur di bidang kemaritiman seperti dry port, pelabuhan Patimban, pelabuhan Teluk Lamong,dll.

DAU

Gubernur Assagaff meminta kepada Menko Luhut agar dalam mengalokasikan Dana Alokasi Umum (DAU), pemerintah juga memperhitungkan luas laut.

“Kami mengharapkan pada tahun anggaran 2018 DAU sudah memperhitungkan luas laut Maluku sebagaimana pernyataan Presiden, Joko Widodo saat membuka Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada bulan Februari yang menjanjikan untuk menaikkan DAU kami,”  katanya.

“Assagaf menambahkan pemerintah pusat mengatakan selama ini telah memperhitungkan luas laut dalam alokasi DAU tetapi ia dan para bupati, walikota tidak pernah mengetahui hal tersebut.

Menteri Luhut  berjanji semua keluhan dan masukan dari daerah akan dia sampaikan kepada Presiden.

*Perikanan*

Gubernur Assagaf juga menyampaikan usul kepada pemerintah untuk tidak lagi menenggelamkan kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di peraian Indonesia.

“Sebagai Gubernur saya sudah berkirim surat ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung untuk tidak lagi menenggelamkan kapal-kapal itu. Sebaiknya kapal-kapal tersebut disita saja, dan dihibahkan untuk para nelayan kami, dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat ” kata Assagaff.

Dalam acara yang sama, Walikota Bitung, M.J Lomban juga mengeluhkan menurunnya pemasukan dari sektor perikanan sejak diberlakukannya moratorium.

“Sektor perikanan menyumbang 50% untuk pertumbuhan ekonomi kota Bitung, Dari 1.400 ton per hari, kini sejak Januari 2017 tinggal 60 ton per hari.  Kami sangat berharap dengan adanya regulasi-regulasi bidang perikanan. Bitung bisa diberikan special treatment, untuk membntu masyarakat ekonomi lemah, khususnya untuk perikanan rakyat,” kata Lomban.

Menko Luhut mengatakan ia memahami hal itu dan berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada Presiden.(Sutisna/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

2 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

4 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago