Categories: HankamTerbaruTNI AL

Asops Panglima TNI Cek Kesiapan Satgas Marinir Ambalat dan Pulau Terluar

Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Nurhidayat mewakili Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung mengecek kesiapan Satgasmar Ambalat XXII dan Satgasmar Pulau Terluar XX di lapangan apel Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jumat (09/06/2017).

MN, Surabaya – Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Nurhidayat mewakili Asops Panglima TNI  Mayjen TNI Lodewyk Pusung mengecek kesiapan Satgasmar Ambalat XXII dan Satgasmar Pulau Terluar XX di lapangan apel Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jumat (09/06/2017).

Kedatangan Waasops Panglima TNI yang didampingi Waka Puskes TNI Laksma TNI drg. Andriani, SP.Ort, Paban II Sopsal Kolonel Laut (P) Suwito dan Pejabat dari Mabes TNI di Mako Brigif-1 Marinir disambut oleh Wadan Pasmar-1 Kolonel Marinir Siswoto, Komandan Brigif-1 Marinir Kolonel Marinir I Made Sukada, S.E, Asops Danpasmar-1 Kolonel Marinir Nanang Saefulloh, Paban Ops Pasmar-1 Letkol Mar Rivelson Saragih, Danyonif-3 Mar Letkol Mar Prasetyo Pinandito, Danyonif-5 Mar Letkol Mar Burhanudin dan Perwira di jajaran Brigif-1 Marinir.

Selanjutnya, Waasops Panglima TNI menerima paparan kesiapan Satgasmar Ambalat XXII oleh Komandan Satgas Kapten Marinir Verdy Jang Heryanto dan kesiapan Satgasmar Pulau Terluar XX oleh Komandan Satgas Kapten Marinir Lukman Susanto di ruang VIP Brigif-1 Marinir.

Usai menerima paparan, Waasops Panglima TNI beserta rombongan mengecek kesiapan personel dan material yang akan digunakan pada saat penugasan.

Dalam sambutannya, Waasops Panglima TNI mengatakan, gelar kesiapan Satgasmar Ambalat XXII dan Satgasmar Pulau Terluar XX bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan personel dan material guna mendukung kesiapan tempur dalam melaksanakan pengamanan daerah perbatasan di pulau Dana Rote, Brass dan pulau Batek serta perbatasan laut Republik Indonesia di wilayah Kalimantan Timur tepatnya di daerah perbatasan pulau Sebatik demi keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tugas yang paling berat bagi kalian yaitu mengatasi kejenuhan dan mengatasi hawa nafsu, itulah musuh yang paling berat yang kalian hadapi, namun saya yakin prajurit-prajurit yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XXII dan Pulau Terluar XX mampu melaksanakan tugas-tugas dengan baik,” tegas Laksma TNI Nurhidayat.

Dalam kesempatan tersebut Waasops Panglima TNI mengharapkan kepada seluruh anggota satgas agar menjauhi perselisihan dengan masyarakat, selain itu juga bisa menjadi bagian dari masyarakat dan mencari nilai-nilai kearifan budaya lokal sehingga kehadiran Satgasmar Ambalat XXII dan Pulau Terluar XX bisa diterima masyarakat, dan yang tidak kalah pentingnya yaitu agar selalu menjalin kerjasama dengan satuan tugas yang lain seperti Polri, TNI dan masyarakat.

Disampaikan pula oleh Waasops Panglima TNI bahwa kejadian yang terjadi di Marawi harus diantisipasi oleh seluruh anggota Satgas khususnya Satgasmar Ambalat, dengan melaksanakan pengecekan terhadap orang yang tidak dikenal dengan berkoordinasi dengan aparat setempat, untuk mengantisipasi masuknya orang-orang dari luar Indonesia.

Usai pengecekan personel dan material, seluruh anggota Satgas menerima pembekalan rohani dari Pusbintal TNI yang disampaikan oleh Letkol Sus Achmad Evi Mukafi, S.Ag.MM.

Sementara itu, Komandan Satgasmar Pulau Terluar XX Kapten Marinir Lukman Susanto didampingi Komandan Satgasmar Ambalat XXII Kapten Marinir Verdy Jang Heryanto mengatakan, sebelum berangkat ke daerah penugasan, personel Satgasmar Ambalat XXII dan Pulau Terluar XX telah menerima pembekalan-pembekalan tentang kondisi geografi dan demografi, pengetahuan keimigrasian, pengetahuan hukum HAM dan Humaniter, pengetahuan hukum laut internasional, situasi keamanan saat ini di daerah perbatasan dan pengetahuan agama, adat istiadat serta bahasa yang dipakai masyarakat pulau Sebatik, selain itu juga telah melaksanakan latihan Pra Tugas di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Grati, Pasuruan.

Personel Satgasmar Ambalat XXII, lanjutnya, di daerah penugasan akan menempati beberapa pos yaitu Sei Pancang, Sei Taiwan, Balansiku, Sei Bajo, Tembaring dan Bambangan. Sedangkan untuk Satgasmar Pulau Terluar XX, akan menempati beberapa pulau terluar di wilayah Indonesia Timur, diantaranya pulau Batek, pulau Brass, pulau Dana Rote dan lain-lain.

(Anugrah/MN)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

1 week ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

1 week ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

2 weeks ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

2 weeks ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 weeks ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago