Categories: PelayaranTerbaru

Emisi Gas Buang dari Kapal akan Ditetapkan sebagai Aturan IMO

Atase Perhubungan KBRI London, Simson Sinaga

MN, London – Pertemuan Intersessional Working Group on Reduction of Greenhouse Gas (GHG) Emissions from Ships di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) pada tanggal 26 Juni – 30 Juni 2017 telah menghasilkan beberapa masukan, antara lain terkait penerapan penurunan emisi gas buang dari kapal yang akan ditetapkan sebagai aturan IMO.

Hal tersebut akan diterapkan oleh negara anggota IMO, seperti cara pengumpulan data, cara penghitungan penurunan emisi gas buang dari kapal, bantuan teknis terhadap negara berkembang untuk penurunan emisi gas buang dari kapal serta road map pelaksanaan penurunan emisi gas buang dari kapal hingga zero carbon.

Atase Perhubungan KBRI London, Simson Sinaga menjelaskan, bahwa beberapa metode dapat digunakan untuk penurunan emisi gas buang dari kapal antara lain penggunaan mesin kapal, pembuatan rancang bangun kapal yang lebih efisien, penggunaan bahan bakar alternatif dan melakukan perobahan model perdagangan.

Menurut Simson, metode bertujuan untuk mencapai penurunan emisi gas buang dibawah 2 °C sebagaimana ditetapkan di dalam Paris Agreement yang hingga saat ini telah diratifikasi oleh 144 negara.

“Penerapan penurunan emisi gas buang dari kapal akan berdampak terhadap lebih dari 16.000 kapal berbendera Indonesia yang beroperasi di perairan Internasional maupun kapal yang beroperasi di dalam negeri,” kata Simson di London.

Penurunan gas emisi sejalan dengan program Pemerintah Republik Indonesia yakni kebijakan Poros Maritim Dunia, sehingga perlu dilakukan antisipasi terhadap penggunaan mesin yang hemat energi dan rancang bangun kapal yang efisien untuk pembangunan kapal baru, serta penggunaan bahan bakar alternatif.

Adapun Hasil dari Working Group on Reduction of GHG Emissions from Ships akan disampaikan untuk mendapatkan pengesahan pada sidang Maritime Environment Protection (MEPC) ke 71 yang akan dilaksanakan di Markas Besar IMO London pada tanggal 3 – 7 Juli 2017 mendatang.

Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar untuk berkontribusi terhadap penurunan emisi gas buang dari kapal dengan didukung oleh akademi di bidang maritim.

“Tentunya diperlukan dukungan akademisi handal dan mampu melakukan riset serta pengembangan terhadap rancang bangun kapal yang efisien dengan penggunaan mesin kapal yang hemat energi serta tersedianya bahan bakar gas untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif,” pungkas Simson.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

2 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

2 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

3 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

3 days ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

4 days ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

6 days ago