Categories: EkonomiTerbaru

Bedah Buku Crazy Marketing, Pacu Pelindo III Berpikir Out of The Box

Ahmad Bambang memberikan presentasi tentang buku yang ditulisnya tersebut.

MN, Surabaya – PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul “D’Gil! Marketing Think Like There Is No Box”. Buku yang ditulis Ahmad Bambang tersebut dibahas tuntas oleh penulisnya yang hadir sebagai nara sumber pada Jumat (28/07).

Seminar yang diselenggarakan di Ruang Bromo Lantai 5 Kantor Pusat dihadiri oleh Direksi Pelindo III, jajaran direksi anak perusahaan, pejabat struktural setingkat Senior Manager dan Assisten Senior Manager, General Manager, serta para Manager Pelabuhan Tanjung Perak, Tim I-Change, dan Tim Project Manager Officers (PMO).

Acara bedah buku ini bertujuan untuk memacu semangat dan kinerja pegawai Pelindo III. Apapun untuk memenangkan kompetisi demi kemajuan perusahaan harus dilakukan dan diupayakan guna mencapai target yang ditentukan.

Dirut Pelindo III, Ari Akshara mengatakan, sebagai BUMN yang bergerak dalam layanan jasa kepelabuhanan, setiap tahunnya target laba yang ditentukan oleh pemegang saham semakin meningkat. Untuk mencapai hal itu, ide-ide gila (out of the box) dalam marketing harus dipacu. “Untuk itu saya mengundang Bapak Ahmad Bambang untuk membagikan tips kesuksesannya saat memimpin salah satu BUMN oil company terkemuka di Indonesia, Pertamina,” imbuhnya.

Ahmad Bambang yang menjadi salah satu staf ahli di Kementerian BUMN dalam bukunya membahas tentang Teori D’Gil (Crazy) Marketing dengan contoh kasus di beberapa perusahaan, dan tentu saja di BUMN yang pernah dipimpinnya. Ia menjelaskan bahwa kunci sukses saat memimpin adalah berfikir & bertindak tidak biasa atau dengan kata lain “gila”. “Ini merupakan terobosan baru dan telah terbukti sehingga dapat diterapkan di semua sektor industri,” jelasnya.

Buku yang berisi teori ”Crazy”, Combining, Reducing, Adventuring, Zooming, Yoyo-ing. Ahmad Bambang yang pernah dianugerahi sebagai tokoh berprestasi dalam bidang marketing dari Kementerian BUMN ini mengatakan, penggunaan istilah “crazy” atau “gila” memiliki makna dalam dunia marketing. Sebab dengan cara “gila” orang akan berani membuat sesuatu baru.  “Kenapa saya bilang gila, karena orang gila itu kalau salah, nggak pernah berdosa. Kalau ada orang yang gila, orang yang membuat sesuatu yang baru kalaupun salah dia nggak boleh disalahin. Kan terobosan yang dibuat. Kalau begitu (disalahin), nggak ada namanya inovasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ari Askhara mengatakan bahwa bedah buku ini sangat bermanfaat bagi Pelindo III, khususnya dengan target laba kami. Banyak strategi yang di munculkan di buku ini. Dengan beberapa ide gagasan atau sebuah inovasi untuk mendapatkan target marketing. “Jadi pegawai bisa mencontoh gagasan pemikiran atau ide CRAZY yang artinya bahwa pegawai bisa bebas melakukan suatu terobosan baru yang kalaupun salah tidak boleh disalahin karena terobosan itu bebas di lakukan oleh siapapun,” tukasnya.

Saat ini ia pun melihat pegawai di Pelindo III Group telah membuat banyak hal baru di luar usaha yang  dilakukan, banyak ide terobosan yang dilontarkan seperti membuat unit usaha dredging, air bersih, supply bahan bakar untuk terminal kita sendiri dan lain sebagainya.

“Saya yakin, hal ini akan membuat Pelindo III menjadi semakin maju karena kita berpikir sebagai entepreneur, yang berpikir bagaimana dengan berbagai keterbatasan tapi kemajuan dapat diraih dalam segala hal, karena Business as usual is not an option dan pasti nya akan usang karena kita akan sama dengan yang lain dan tidak akan dilihat oleh pelanggan,” pungkasnya.

Anugrah/MN

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pelindo Sosialisasikan Layanan Alat Pemindai Petikemas kepada Pelanggan

Surabaya (Maritimnews) – Pelindo menyelenggarakan rangkaian sosialisasi penerapan layanan tambahan berupa alat pemindai petikemas kepada…

14 hours ago

Transisi Adil Bagi Pekerja yang Terotomatisasi di Sektor Pelabuhan

Tenaga kerja pelabuhan dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Dalam definisi sempit, tenaga kerja pelabuhan merujuk…

2 days ago

Program TJSL TEUs Bersinar TPK Koja, Perluas Akses Pendidikan Pelajar

Jakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial…

3 days ago

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

7 days ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

7 days ago