Prajurit Kowal Kolinlamil sedang berlatih menembak pistol jenis Sig Sauer di Lapangan Tembak Marinir, Cilandak.
MN, Jakarta – Prajurit Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) terus mengasah kemampuan menembak baik menggunakan senjata laras panjang maupun pistol di lapangan tembak Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (21/7).
Menurut Komandan Detasemen Markas Komando (Dandenmako) Kolinlamil Letkol Laut (P) Dewa Gede Oka S, latihan menembak ini merupakan salah satu bentuk upaya pembinaan personel agar senantiasa memiliki kemampuan dasar sebagai prajurit dalam menembak untuk meningkatkan profesionalisme serta kemampuan tempur sebagai prajurit Matra Laut yang maksimal selain itu juga latihan menembak ini juga merupakan bagian dari program kerja Kolinlamil Triwulan II tahun 2017.
Kegiatan latihan tersebut diikuti oleh sekitar 28 perwira dan bintara penembak laras pendek menggunakan pistol jenis sig sauer dan 90 prajurit penembak laras panjang menggunakan senjata jenis SS1.
Sebelum melaksanakan penilaian, para penembak laras pendek maupun laras panjang diberi kesempatan untuk melaksanakan tembakan percobaan dengan lima peluru. Sedangkan untuk penilaian menembak laras pendek jenis slow fire dilaksanakan dua kali dengan masing-masing sepuluh peluru, dan untuk penilaian menembak laras panjang dilaksanakan dengan tiga sikap, yaitu tiarap, duduk dan berdiri, yang masing-masing menggunakan sepuluh peluru.
Anugrah/MN
Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…
Tanjung Pinang (Maritimnews) - Langkah Transformasi Terminal Penumpang Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang telah…
Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…