Galangan di Timur Indonesia Kekurangan Docking Space untuk Kapal Besar

Direktur Operasional PT IKI, Ahril Abdullah

MN, Makassar – Dalam rangka menunjang produktifitas suatu galangan kapal, keberadaan fasilitas docking space menjadi sangat penting. Khususnya bagi para pemilik kapal niaga berukuran diatas 10.000 DWT yang membutuhkan docking space memadai agar tidak lagi “antri” ketika melakukan kegiatan perbaikan/perawatan kapal.

Seperti PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar yang menjadi galangan favorit pemilik kapal, antara lain anggota Indonesia National Shipowners’ Association (INSA). Perusahaan plat merah tersebut merupakan satu-satunya galangan kapal besar di wilayah timur, namun masih terkendala oleh minimnya docking space.

Direktur Operasional PT IKI, Ahril Abdullah mengakui kendala docking space, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berupaya membenahi fasilitas beserta sumber daya manusia perusahaan agar mampu menjawab tantangan galangan kapal dimasa mendatang.

“Saat ini kami bebenah, IKI sedang membangun airbag system yang menelan biaya mencapai Rp 40 milyar berasal sebagian dari penyertaan modal negara. Dalam waktu dekat airbag system rampung untuk menunjang kegiatan docking kapal,” jelas Ahril kepada Maritimnews, di Makassar.

Ahril menambahkan, bahwa pihaknya menyadari kekurangan docking space di galangan PT IKI. Salah satunya adalah keberadaan kapal ikan Mina Jaya sebanyak 12 unit yang mengambil space fasilitas galangan.

“Kapal ikan Mina Jaya belum dapat dimanfaatkan seluruhnya, walaupun dari Kementerian Kelautan dan Perikanan telah berminat menjadikan kapal-kapal Mina Jaya sebagai kapal pengumpul ditengah laut,” pungkasnya.

INSA Berharap IKI perluas Docking Space

Ditempat terpisah, Ketua DPC INSA Makassar, Hamka menegaskan, bahwa PT IKI sebagai perusahaan plat merah dan pilihan satu-satunya bagi kapal besar di wilayah timur Indonesia dapat memperluas fasilitas docking space.

Para pemilik kapal anggota INSA yang kerap docking kapal di galangan IKI berharap, mereka tidak lagi mengantri lama untuk perawatan atau perbaikan kapal.

“Kami rela antri di galangan IKI daripada kami harus ke Surabaya, karenanya pemilik kapal berukuran besar di wilayah Indonesia timur menginginkan keberadaan galangan kapal di Makassar yang ideal fasilitas docking spacenya,” tutur Hamka.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

FSP BUMN Bersatu Dukung Program Streamlining Danantara

Jakarta (Maritimnews) - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendukung program streamlining atau perampingan struktur…

1 day ago

Say No To IPO; Pelindo Lebih Bermanfaat Tanpa Pasar Modal

Oleh: Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan initial…

2 days ago

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

1 week ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

1 week ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago