Categories: KKPTerbaru

Kementerian Luar Negeri dan KKP Latih Perikanan Berkelanjutan untuk Timur Tengah dan Afrika

Ilustrasi nelayan di Afrika Selatan

MN, Ambon – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara konsisten dukung upaya fasilitasi pelaksanaan kerja sama selatan selatan di tingkat internasional melalui kegiatan peningkatan kapasitas bagi negara sahabat. Salah satu dukungan adalah fasilitasi pelaksanaan workshop internasional Kerja Sama Selatan Selatan bagi negara negara Afrika dan Timur Tengah yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) bersinergi dengan Direktorat Kerja Sama Teknik – Kementerian Luar Negeri.

Kegiatan internasional bertajuk International Training on Fisheries for African and Middle East Countries ini diikuti oleh 16 orang peserta dari 13 negara (Angola, Djibouti, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Mauritania, Mesir, Namibia, Nigeria, Senegal, Sudan, Zimbabwe, Aljazair) yang dilaksanakan pada tanggal 16 – 24 Juli 2017.

Opening ceremony dihadiri dan dibuka Duta Besar Ronny Yuliantoro di Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik – Kementerian Luar Negeri dihadiri oleh Staff Ahli Gubernur Maluku, Ronny Tairas, Direktur Kerja Sama Teknik – Kemlu, Muhammad Syarif Alatas, dan Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP, Mulyoto.
Duta Besar Ronny Tairas pada kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Kerja Sama Selatan Selatan memiliki peran penting bagi negara-negara tersebut dalam melakukan pertukaran sumber daya, teknologi, dan pengetahuan.

Lebih lanjut dalam remarks Kepala BRSDM yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pelatihan KP, Mulyoto, bahwa KKP selalu berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dukungan peningkatan kapasitas bagi negara sahabat dalam kerangka kerja sama selatan selatan. Disampaikannya bahwa komitmen dan solidaritas tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden Jokowi dalam Nawa Cita poin pertama, yang diimplementasikan melalui penguatan peran Indonesia dalam kerja sama global dan regional.
“Kami memberikan prioritas untuk program peningkatan kapasitas dalam skema Kerja Sama Selatan Selatan, utamanya untuk mempromosikan praktik perikanan berkelanjutan dan bertanggungjawab sesuai dengan asas Legal, Regulated, dan Reported (LRR) Fishing” tegasnya.

Selama International training workshop dilaksanakan, peserta dilatih dengan materi unggulan diantaranya pembuatan alat tangkap ramah lingkungan, added value pada pengolahan hasil perikanan, dan budidaya ikan hias air laut. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat mempelajari dan ditingkatkan kapasitasnya sekaligus dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang didapat sekembalinya ke negara masing – masing. Melalui pelatihan ini Pemerintah Indonesia juga mempromosikan kekayaan sektor kelautan dan perikanan di kawasan Indonesia timur melalui people to people contact.

Program unggulan KSS bidang kelautan dan perikanan di Indonesia dilaksanakan dengan sinergi KKP dan Kemlu, yang memiliki kapasitas memadai dan dapat dijadikan rujukan oleh negara lain dalam hal pengembangan dan pemanfaatan kelautan dan perikanan. Pelaksanaan dukungan kegiatan KSS oleh BRSDM – KKP sendiri telah dilaksanakan sejak tahun 2009, dengan jumlah peserta lebih dari 410 peserta dari 51 negara. Bentuk kegiatan yang paling sering dilaksanakan diantaranya pelatihan/workshop, pengiriman tenaga ahli, dan magang.

Di antara tema fasilitasi kegiatan KSS yang dilaksanakan adalah sustainable fisheries, fisheries product development, freshwater aquaculture, mariculture, brackishwater aquaculture, fisheries woman group best practices, seashell handycraft making, fisheries product value added, MPA management, fishing techniques and fishing port management, serta quality control and management for fisheries industries.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

2 days ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

3 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

6 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

6 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

6 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

7 days ago