Sejumlah Universitas Ternama, Kembangkan Program Kerja CTI-CFF University Partnership

Foto bersama CTI-CFF Uni Partnership Workshop_7-8 Agustus 2017.

MN, Manado – Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) menyelenggarakan CTI-CFF University Partnership Workshop on Program Development atau Workshop Pengembangan Program Kerjasama Universitas CTI-CFF untuk tahun 2017-2018 yang berfokus pada pengembangan kapasitas (capacity building), riset, dan pengabdian masyarakat (outreach), termasuk masalah pendanaan kegiatan.

Sebanyak delapan universitas ternama di bidang kelautan dan perikanan dari enam negara anggota CTI-CFF (Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Islands, dan Timor-Leste) dan dua universitas dari Australia turut serta secara aktif menyusun program kegiatan unggulan pada ketiga bidang dimaksud.

Program kerja yang dihasilkan dari pertemuan kerja dua hari ini diharapkan dapat menjadi sarana tukar menukar informasi, penyetaraan pengetahuan, keterampilan di bidang konservasi kelautan, isu-isu global di bidang lingkungan hidup, ilmu pengetahuan, dan teknologi, khususnya antar lembaga Universitas di enam negara anggota CTI-CFF.

Widi A. Pratikto, Ph.D, Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF mengatakan bahwa program aplikatif yang dirumuskan dalam workshop 2 hari ini diharapkan dapat menjadi acuan utama kegiatan lembaga-lembaga Universitas yang tergabung dalam CTI-CFF University Partnershipdalam kurun waktu 1 tahun ke depan.

“Bentuk-bentuk program aplikatif yang dirumuskan dalam workshop dua hari ini, diharapkan dapat menjadi acuan utama kegiatan lembaga-lembaga universitas yang tergabung dalam CTI-CFF University Partnership dalam kurun waktu satu tahun ke depan, baik berupa pengembangan kapasitas, riset, maupun pengabdian masyarakat berbasis ilmu pengetahun.”

Acara CTI-CFF University Partnership Workshop on Program Development adalah tindak lanjut acara sebelumnya, yaitu The 1st CTI-CFF University Partnership Meeting, 28 Februari – 1 Maret 2017 yang menandakan semangat kolektif menjaga kelestarian kawasan Segitiga Karang yang dilakukan lembaga perguruan tinggi (universitas), khususnya melalui disiplin ilmu kelautan dan perikanan.

Selama acara berlangsung juga diselingi acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Sekretariat Regional CTI-CFF dengan University of Papua New Guinea (UPG) yang menjadikannya sebagai anggota ke-10 dari CTI-CFF University sejak dicanangkan satu tahun yang lalu.

Koordinator CTI-CFF University Partnership, Prof. Grevo Gerung yang juga Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado menambahkan bahwa saat ini CTI-CFF sedang mengembangkan beberapa program capacity building.

“Beberapa program capacity building sedang kami kembangkan bersama, termasuk program asistensi khusus untuk Timor Leste dalam mengembangkan pendidikan ilmu kelautan dan perikanan,  pendirian kelas Doktoral (Strata 3) Internasional bergelar Master of Science/M.Sc dengan subyek Coral Triangle Ecosystem Governance/Tata Kelola Ekosistem Segitiga Karang, dan pelatihan regional tentang Perubahan Iklim.”, tambahnya.

Sementara itu, Prof Madya Dr. Ramzah Dambul, Deputy Secretary of  Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi (MOSTI)–Malaysia yang menjadi Chair CTI-CFF University Partnership menegaskan bahwa kerja sama yang pertama di kawasan segitiga karang.

“Kerja sama lintas universitas ini adalah yang pertama di kawasan segitiga karang. Kami memiliki keyakinan bahwa program-program yang telah disetujui dalam workshop ini dapat benar-benar bermanfaat bagi upaya-upaya pelestarian lingkungan kelautan, pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, serta peningkatan keterampilan antar negara anggota CTI dan  melalui lembaga Perguruan Tinggi (universitas).”, tegasnya.

Acara workshop ini sekaligus membuktikan bahwa lembaga perguruan tinggi adalah pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan keahlian yang dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.  Selain itu, ke depannya kerja sama universitas ini diharapkan menjadi forum pertukaran pengetahuan yang dapat diandalkan bagi para anggota yang tergabung di dalamnya sekaligus meningkatkan kapasitas institusi dari universitas bersangkutan.

Beberapa universitas ternama dari enam negara CTI-CFF hadir di Manado, antara lain dari Indonesia diwakili Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta, serta Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung.

Malaysia diwakili oleh  Universiti Malaysia Terengganu (UMT) dan Universiti Malaysia Sabah (UMS). Papua Nugini diwakili oleh The University Of Papua New Guinea (UPNG) dan Solomon Islands diwakili oleh Solomon Islands National University (SINU). Lalu Timor-Leste mengirimkan dua wakilnya yaitu Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) dan Universidade Oriental Timor Lorosa’e (UNITAL). Terakhir Australia yang mengirmkan dua perwakilan universitas yaitu James Cook University (JCU) dan Queensland University (QU).

Selain itu, enam perwakilan National Coordinating Committee (NCC) CTI-CFF dari 6 negara anggota CTI-CFF (Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Islands, Timor-Leste) juga turut hadir mendampingi. Termasuk perwakilan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk Malaysia dan untuk Timor-Leste, Ocean Sciencies (CReSOS) Universitas Udayana Bali, Project Initiation Specialist ADB, serta The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

8 hours ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

6 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

7 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

7 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

1 week ago