Categories: TeknologiTerbaru

Atasi Kelangkaan, Menko Maritim sebut BBPT Miliki Teknologi Pengolahan Garam

Menko Maritim Luhut Pandjaitan

MN, Makassar – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana ekstensifikasi lahan garam untuk mengatasi kelangkaan seperti yang terjadi pada saat ini. Hal ini sekaligus untuk mengatasi permasalahan ketergantungan impor garam yang sempat menjadi polemik beberapa waktu belakangan ini.

“Garam itu sekarang kita minta supaya dibuat segera studi kelayakannya, jadi kita nggak mau tergantung lagi (pada impor), kita ini kan semua kurang sinergi,” jelas Luhut usai menjawab pertanyaan media usai Kongres Infrastruktur Maritim di Makassar pada Rabu (9/8)

Ekstensifikasi lahan akan diprioritaskan di 3 wilayah, yaitu NTT, Sulawesi, dan Jawa Timur. “Karena di Kupang itu ada 7000 hektar dan di Sulawesi ini ada 2000 hektar, nanti juga di Madura. Jadi tiga area utama ini akan kita sinergikan demi bisa memenuhi kebutuhan garam kita, utamanya garam untuk konsumsi 1,3 juta ton dan garam industri itu kira-kira 2 jutaan,” lanjut pria yang sempat menjabat sebagai Menko Polhukam tersebut.

Saat ini, proses studi sedang berlangsung dan ditargetkan selesai bulan depan dengan mengandalkan periset dalam negeri. Luhut menyampaikan bahwa saat ini di BPPT sudah ada teknologi pengolahan garam yang tidak tergantung cuaca. Seperti diketahui, salah satu kendala dalam pengadaan garam di Indonesia adalah ketergantungannya pada cuaca.

“Ternyata setelah kami identifikasi kemarin, BPPT punya teknologinya dan sekarang saya minta supaya Universitas Hasanuddin misalnya (dan) Universitas dari Kupang terlibat dalam proyek itu,” ungkapnya yang sekaligus menutup kemungkinan terlibatnya pihak asing dalam program ini.

“Dan ini saya minta untuk betul-betul (dipergunakan) teknologi Indonesia, demi menyambut 72 tahun kemerdekaaan Indonesia,” pungkasnya.

Anugrah/MN

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pelindo Jamin Kelancaran Distribusi Bantuan Kemanusiaan di Aceh – Sumatera Utara

Medan (Maritimnews) - Sebagai bentuk dukungan terhadap misi kemanusiaan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya…

9 hours ago

Pagar Laut Tangerang dan Ujian Keadilan Ekologis Negara

Kasus pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang merupakan pengingat bahwa persoalan lingkungan hidup tidak pernah…

1 day ago

NPCT 1 Pelabuhan Priok ECO Friendly, Hadirkan E-PM

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mendorong transformasi layanan kepelabuhanan, termasuk menghadirkan fasilitas…

1 day ago

Throughput IPC TPK Panjang Tahun 2025 Tumbuh Signifikan

Bandar Lampung (Maritimnews) - Transformasi layanan dan penguatan daya saing terminal berdampak pada peningkatan arus…

1 day ago

KNPI: Peran Bapenda Tangerang dan Lemahnya Pengawasan Kepala Daerah Buka Jalan Korupsi Tanah Kohod Pagar Laut Rp16,5 M

Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menilai penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang…

2 days ago

Penguatan Operational & Service Excellence, Komitmen IPC TPK 2026

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memantapkan arah strategis perusahaan tahun 2026 melalui…

3 days ago