Kapal BNI Geosurvey Terbakar di Galangan 1 DKB Tanjung Priok

Kapal BNI Geosurvey yang terbakar di pelabuhan Tanjung Priok

MN, Jakarta – Kapal pemetaan bawah laut bernama Bahtera Niaga Internasional (BNI) Geosurvey terbakar di area Galangan 1 Dok Kapal Koja Bahari, pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/8), sekitar pukul 19.18 WIB.

Kobaran api yang disusul asap tebal terus membumbung dari beberapa bagian Kapal. Tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu pagi (30/8/2017), bagian-bagian kapal yang mudah terbakar tak luput dari amukan si jago merah. Titik api yang berada di bagian dek menjadi fokus utama pemadaman.

Saat kebakaran terjadi, kapal pemetaan bawah laut tersebut diketahui sedang docking di galangan satu milik PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Tanjung Priok.

Belum diketahui penyebab kebakaran kapal maupun korban. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

3 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

6 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

6 days ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

6 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

1 week ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

1 week ago