Prestasi Indonesia Kendalikan Penyakit Ikan Diakui Dunia Internasional

Penyakit pada ikan. Indonesia berhasil tujukan pada dunia pengendaliannya. (Foto: bangsaonline)

MN, Jakarta – Kesuksesan Indonesia mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit ikan mendapatkan apresiasi dari masyarakat internasional. Fish Health Section – Asian Fisheries Society (AFS-FHS) menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan event 3 (tiga) tahunan Symposium On Diseases in Asian Aquaculture yang ke-10 (DAA10).

Simposium ini dihadiri oleh sekira 400 orang peserta dari 28 negara di dunia serta dirangkaikan dengan pameran teknologi perikanan budidaya.

AFS-FHS merupakan wadah bagi masyarakat perikanan Asia-Pasifik yang fokus terhadap kesehatan ikan maupun hewan akuatik lainnya, yang terdiri dari para ahli, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan stakeholders lainnya. Organisasi ini didirikan pada 30 Januari 1989 dengan simposium DAA perdananya tahun 1990 di Kuta – Bali, Indonesia.

Saat ini, AFS-FHS beranggotakan masyarakat dari negara-negara di Asia-Pasifik, Indonesia termasuk  salah satunya. Pendirian AFS-FHS merupakan wujud kepedulian masyarakat dunia terhadap pencegahan dan pengendalian berbagai penyakit ikan dan hewan akuatik lainnya.

Sebagaimana diketahui, perubahan iklim global dapat menimbulkan patogen atau penyakit ikan baru seperti AHPND, TiLV, dan penyakit lainnya yang belum diketahui patogennya, serta isu-isu lainnya yang dapat  merugikan ekonomi di tingkat nasional dan internasional.

Dr. Phan Thi Van, Chairperson Fish Health Section – Asian Fisheries Society Executive Committee 2014-2017 menjelaskan, penyelenggaraan event DAA merupakan wadah diskusi bagi para stakeholders baik ahli, peneliti, praktisi, mahasiswa, bahkan pebisnis terkait perkembangan isu terkini dalam pengelolaan penyakit dan kesehatan ikan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan AFS-FHS dapat mendukung perkembangan akuakultur tingkat regional maupun internasional demi menjadikan akuakultur lebih strategis dalam perannya mewujudkan ketahanan pangan global,” pungkas Phan Thi Van.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

3 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

5 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

5 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

6 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

6 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

6 days ago