Categories: HankamHLTerbaru

Kehadiran Kapal Selam Dukung Penguatan Intelijen Maritim untuk Visi PMD

Kapal selam Indonesia, menjadi faktor pendukung untuk penguatan intelijen maritim.

MN, Jakarta – Kekuatan pertahanan maritim Indonesia semakin meningkat setelah datangnya kapal selam KRI Nagapasa-403 hasil kerjasama dengan skema transfer teknologi dari Korea Selatan (Korsel). Skema itu dirancang untuk menghasilkan 3 unit kapal selam, yang selanjutnya akan dibuat di PT PAL Indonesia.

Dalam visi Poros Maritim Dunia (PMD) yang digagas oleh Prsiden Joko Widodo, terdapat unsur pertahanan maritim sebagai salah satu pilarnya. Penguatan pertahanan dan keamanan maritim hanya bisa terlaksana jika operasi intelijen maritim yang mumpuni bisa terpenuhi.

“Dengan datangnya kapal selam pertama dari galangan kapal Korsel, maka komposisi kekuatan TNI AL menjadi 3 kapal selam berstatus operasional. Fungsi asasi kapal selam adalah intai taktis-strategis dan pemukul awal. Dengan fungsi asasi tersebut, maka pola penggelaran dan pola pengerahan harus difokuskan pada efek penggentar,” ujar pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati di sebuah stasiun TV swasta, di Jakarta, (11/8).

Wanita yang akrab disapa Nuning itu menyatakan pola gelar kapal selam harus berada di pangkalan depan. Pola pengerahan dari pangkalan depan ke daerah operasi atau ke pangkalan aju ditujukan meningkatkan keamanan di perairan Indonesia.

Dengan pola penggelaran dan pola pengerahan yang tepat, maka 1 kapal selam bisa menyebabkan 1 armada kapal lawan terkunci di suatu zona. Kapal selam juga dapat melaksanakan blokade laut yang efektif dan efisien.

“Jika kapal selam dilengkapi kemampuan menyebar ranjau, maka efek penggentar tersebut meningkat beberapa kali. Efek penggentar sebesar itu dalam dunia militer dikenal sebagai salah satu bentuk pshyco warfare atau perang urat syaraf,” kata mantan Anggota Komisi I DPR RI itu.

Lebih lanjut, wanita berdarah Solo itu mengungkapkan filosofi penggunaan kapal selam pada masa damai dan masa perang juga berbeda. Penggunaan pada masa damai ditujukan untuk pengumpul data intelijen maritim. Data-data intelijen tersebut dapat diolah dan disampaikan kepada pengguna akhir yaitu Presiden RI melalui BIN.

“Presiden dan kabinet dapat memanfaatkan data intelijen maritim untuk pengambilan keputusan dalam menentukan kebijakan nasional sesuai visi Poros Maritim Dunia,” tambah wanita yang saat ini aktif sebagai dosen intelijen maritim di Universitas Pertahanan itu.

Penggunaan pada masa perang dapat digunakan terlebih dahulu untuk melaksanakan infiltrasi agen intelijen dan/atau pasukan khusus. Sehingga pola ini sangat menentukan dalam meminimalisir atau meniadakan ancaman yang akan terjadi.

“Dengan kapasitas dan kompetensi tersebut memang layak kapal selam dinilai sebagai Alutsista unggulan TNI di masa depan. Tepat kiranya pemerintah saat ini meningkatkan postur tempur TNI dengan menambah jumlah kapal selam,” pungkasnya.

 

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

2 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

1 week ago